<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aceh Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co/tag/aceh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co/tag/aceh/</link>
	<description>Tegas dan Lugas</description>
	<lastBuildDate>Tue, 18 Aug 2026 22:54:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co/go/wp-content/uploads/2026/08/cropped-logo-32x32.jpg</url>
	<title>Aceh Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co/tag/aceh/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dayah, Rangkang, dan Meunasah: Trilogi Pendidikan Pesantren di Tanah Rencong</title>
		<link>https://kabartoday.co/dayah-rangkang-dan-meunasah-trilogi-pendidikan-pesantren-di-tanah-rencong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 22:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=102899</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Murodi al-Batawi.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/dayah-rangkang-dan-meunasah-trilogi-pendidikan-pesantren-di-tanah-rencong/">Dayah, Rangkang, dan Meunasah: Trilogi Pendidikan Pesantren di Tanah Rencong</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi al-Batawi.</strong></em></p>
<p>Di serambi Mekkah, pendidikan Islam telah berakar jauh sebelum Indonesia merdeka. Aceh memiliki tradisi pendidikan yang khas dan unik, yang tertuang dalam trilogi lembaga: Meunasah, Rangkang, dan Dayah. Ketiganya membentuk sebuah ekosistem pendidikan yang terstruktur, dari level paling dasar hingga perguruan tinggi. Inilah model pesantren Aceh yang melahirkan ulama-ulama besar sekaligus pejuang kemerdekaan yang gagah berani.</p>
<p><strong>Meunasah: Fondasi Pendidikan Dasar di Setiap Gampong</strong></p>
<p>Meunasah merupakan lembaga pendidikan dasar yang hampir selalu ada di setiap gampong (desa) di Aceh. Dalam bahasa Arab, kata &#8220;meunasah&#8221; berasal dari madrasah yang berarti tempat belajar. Jika disetarakan, Meunasah berfungsi seperti sekolah tingkat dasar atau ibtidaiyah. Di sinilah anak-anak Aceh pertama kali mengenal huruf hijaiyah, belajar membaca Al-Qur&#8217;an, dan memahami dasar-dasar pendidikan Islam.</p>
<p>Fungsi Meunasah tidak hanya terbatas pada pendidikan. Di masa Kesultanan Aceh, meunasah memiliki peran ganda yang sangat strategis: sebagai pusat pemerintahan desa, pusat ibadah, pusat penampungan dan pengembangan informasi, pusat komunikasi, tempat pembinaan generasi muda, hingga tempat musyawarah untuk memutuskan masalah sengketa. Meunasah dipimpin oleh seorang Teungku Meunasah yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mengurusi urusan keagamaan masyarakat seperti shalat, zakat, pernikahan, dan kematian. Sebelum seorang anak bisa belajar di dayah, ia harus terlebih dahulu menguasai kemampuan membaca Al-Qur&#8217;an yang diperoleh dari meunasah.</p>
<p><strong>Rangkang: Pendidikan Menengah di Pondok Santri</strong></p>
<p>Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di meunasah, santri melanjutkan ke tingkat Rangkang. Rangkang secara harfiah berarti pondok atau tempat tinggal para murid yang sedang belajar. Lembaga ini merupakan kelanjutan dari meunasah dan dapat disetarakan dengan pendidikan menengah pertama (tsanawiyah).</p>
<p>Di Rangkang, para santri mulai diajarkan dengan bahasa Arab dan mempelajari kitab-kitab agama dalam bahasa Arab. Mereka juga mulai diperkenalkan dengan ilmu-ilmu sains seperti ilmu bumi, sejarah, dan berhitung. Para santri yang sudah lebih tinggi ilmunya bertugas mengajar santri di tingkat bawah dan disebut Teungku Rangkang. Sedangkan mereka yang mengajar di tingkat lebih tinggi mendapatkan pengajaran lebih lanjut dari Teungku di Balee atau guru senior.</p>
<p>Hal yang membuat Rangkang begitu istimewa adalah metode pembelajarannya yang menekankan proses bertahap: membaca teks secara perlahan, menyimak dengan penuh perhatian, mencatat, mengulangi, dan berdialog. Model &#8220;belajar lambat&#8221; (slow learning) ini menjadi antitesis dari pembelajaran dangkal di era digital dan menawarkan pendekatan yang lebih mendalam dan reflektif. Rangkang mengajarkan nilai-nilai adab —kesopanan dan akhlak— sebagai fondasi sebelum santri memasuki kajian teks-teks besar di dayah.</p>
<p><strong>Dayah: Perguruan Tinggi yang Melahirkan Ulama dan Pejuang</strong></p>
<p>Dayah adalah jenjang pendidikan tertinggi dalam sistem pesantren Aceh. Kata &#8220;dayah&#8221; berasal dari bahasa Arab zawiyah yang berarti sudut atau tempat berkumpulnya para pencari spiritual. Dayah dapat disetarakan dengan sekolah menengah atas (aliyah) hingga perguruan tinggi. Bahkan dalam perkembangannya, dayah menawarkan tiga tingkatan: rangkang (junior), balee (senior), dan dayah manyang (universitas).</p>
<p>Dayah pertama di Aceh adalah Dayah Cot Kala di Peureulak, yang diperkirakan berdiri pada awal abad ke-10 Masehi, pada masa Kerajaan Peureulak. Para alumni dayah Cot Kala kemudian menyebarkan Islam dan mendirikan dayah-dayah baru di seluruh Aceh. Hingga kini, dayah tetap menjadi lembaga pendidikan Islam tertua di Aceh yang telah berkontribusi besar dalam membangun peradaban Islam dan mencerdaskan bangsa.</p>
<p>Peran dayah dalam perjuangan kemerdekaan juga sangat signifikan. Dayah dan meunasah berperan melawan penetrasi penjajah. Para alumni dayah menjadi pejuang di garis depan. Bahkan, dalam Qanun Meukuta Alam, ilmu disebut sebagai salah satu syarat sahnya berdiri suatu negeri, dan kurikulum dayah di masa lalu tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ilmu pertanian, ilmu falak, ilmu persenjataan, dan ilmu pemerintahan. Inilah sebabnya para alumni dayah mampu menjadi pemimpin dan pejuang yang tangguh.</p>
<p><strong>Warisan untuk Generasi Masa Kini</strong></p>
<p>Trilogi Meunasah-Rangkang-Dayah adalah warisan peradaban Aceh yang patut dijaga. Di era modern, dayah terus berevolusi menuju dayah modern dengan memasukkan pelajaran umum, namun tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan Islam. Nilai-nilai yang diwariskan—keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan keberanian—tetap relevan dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.</p>
<p>Meunasah, Rangkang, dan Dayah adalah bukti bahwa Aceh telah memiliki sistem pendidikan yang terintegrasi jauh sebelum Indonesia merdeka. Dari ketiganya, lahirlah generasi-generasi yang tidak hanya paham agama, tetapi juga berani berjuang dan mampu membangun peradaban. Inilah model pesantren Aceh yang terus hidup dan menginspirasi.</p>
<p>Demikian dan terima kasih (odie).</p>
<p>Pamulang, 19 Agustus 2026.</p>
<p>Murodi al-Batawi.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/dayah-rangkang-dan-meunasah-trilogi-pendidikan-pesantren-di-tanah-rencong/">Dayah, Rangkang, dan Meunasah: Trilogi Pendidikan Pesantren di Tanah Rencong</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.ajnn.net/files/images/archives/20230410-img-20230410-wa0055.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peace Boat Disaster Relief Jepang Bersama Laznas ASAR Humanity Resmikan Fasilitas Sumur Bor dan MCK untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabanjir di Aceh Timur</title>
		<link>https://kabartoday.co/peace-boat-disaster-relief-jepang-bersama-laznas-asar-humanity-resmikan-fasilitas-sumur-bor-dan-mck-untuk-pulihkan-akses-air-bersih-pascabanjir-di-aceh-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 08:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[ASAR Humanity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=102717</guid>

					<description><![CDATA[<p>ACEH TIMUR – Peace Boat Disaster Relief (PBV) Jepang bersama Laznas ASAR Humanity meresmikan pembangunan fasilitas sumur bor dan MCK permanen di Dayah Bustanur Rahmani, Dusun Alue Lipah Timu, Desa...</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/peace-boat-disaster-relief-jepang-bersama-laznas-asar-humanity-resmikan-fasilitas-sumur-bor-dan-mck-untuk-pulihkan-akses-air-bersih-pascabanjir-di-aceh-timur/">Peace Boat Disaster Relief Jepang Bersama Laznas ASAR Humanity Resmikan Fasilitas Sumur Bor dan MCK untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabanjir di Aceh Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>ACEH TIMUR</strong></a> – Peace Boat Disaster Relief (PBV) Jepang bersama Laznas ASAR Humanity meresmikan pembangunan fasilitas sumur bor dan MCK permanen di Dayah Bustanur Rahmani, Dusun Alue Lipah Timu, Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (30/7). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Sumatra Post-Floods Recovery sebagai upaya mempercepat pemulihan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat yang terdampak banjir pada akhir tahun 2025.</p>
<p>Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi. Di Dusun Alue Lipah Timu, sumur-sumur warga dan fasilitas air di Dayah Bustanur Rahmani mengalami pencemaran akibat lumpur dan kontaminasi, sementara fasilitas MCK mengalami kerusakan sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan santri maupun masyarakat sekitar.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, PBV bersama Laznas ASAR Humanity menghadirkan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi yang meliputi sumur bor, fasilitas MCK permanen, tempat wudhu, serta instalasi sanitasi yang aman dan layak digunakan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ibadah, pendidikan, serta kebutuhan sehari-hari masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>Sebanyak 213 penerima manfaat yang terdiri dari 27 kepala keluarga, termasuk para santri Dayah Bustanur Rahmani dan warga Dusun Alue Lipah Timu, kini dapat memanfaatkan fasilitas tersebut setelah proses pembangunan selesai dan resmi diserahterimakan pada 30 Juli 2026.</p>
<p>Ketua Yayasan Laznas ASAR Humanity, Noval Eriansyah, menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan darurat, tetapi juga harus memastikan masyarakat kembali memiliki akses terhadap layanan dasar yang layak.</p>
<p>&#8220;Air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan. Melalui kolaborasi bersama Peace Boat Disaster Relief, kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak banjir tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memperoleh akses air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan. Kehadiran sumur bor dan fasilitas MCK ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung aktivitas belajar dan beribadah para santri di Dayah Bustanur Rahmani,&#8221; ujar Noval Eriansyah, Ketua Yayasan Laznas ASAR Humanity.</p>
<p>Pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan melalui tahapan asesmen kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa dan pengelola dayah, perencanaan teknis, pembangunan, pengujian fungsi fasilitas, hingga proses serah terima kepada pihak penerima manfaat. Pendekatan yang digunakan mengedepankan konsep community-based recovery, yakni pemulihan berbasis kebutuhan masyarakat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal.</p>
<p>Kepala Dusun Alue Lipah Timu, M. Nasir, mengapresiasi komitmen PBV dan Laznas ASAR Humanity yang terus hadir mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan satu-satunya lembaga yang hadir di dusun kami sejak pasca banjir, mulai dari program hot meal, distribusi kebutuhan dasar, hygiene kit, hingga kini membangun tempat wudhu, MCK, dan sumur bor. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat dan santri yang membutuhkan akses air bersih setelah bencana,&#8221; ungkap M. Nasir.</p>
<p>Senada dengan itu, Koordinator Ksatria ASAR Humanity Aceh Timur, Yuslizar, menjelaskan bahwa pembangunan dapat diselesaikan dengan baik meskipun sempat menghadapi tantangan ketersediaan material di lapangan.</p>
<p>&gt; &#8220;Alhamdulillah, tahap demi tahap telah terlaksana dengan baik. Walaupun ada sedikit kendala ketersediaan bahan material di lapangan, seluruh fasilitas kini telah selesai dan dapat dipergunakan sepenuhnya. Kami berharap bantuan ini dapat dirawat bersama agar memberi manfaat dalam jangka panjang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kolaborasi antara PBV Jepang dan Laznas ASAR Humanity menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat proses pemulihan masyarakat pascabencana melalui pembangunan infrastruktur dasar yang berkelanjutan. Selain mendukung kesehatan lingkungan, keberadaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat bagi para santri.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/peace-boat-disaster-relief-jepang-bersama-laznas-asar-humanity-resmikan-fasilitas-sumur-bor-dan-mck-untuk-pulihkan-akses-air-bersih-pascabanjir-di-aceh-timur/">Peace Boat Disaster Relief Jepang Bersama Laznas ASAR Humanity Resmikan Fasilitas Sumur Bor dan MCK untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabanjir di Aceh Timur</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/f_webp,q_auto:low/v1786438476/IMG-20260811-WA0013/IMG-20260811-WA0013.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
