<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Aceh &#8211; Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co/tag/aceh/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co</link>
	<description>Tegas dan Lugas</description>
	<lastBuildDate>Mon, 26 Oct 2026 22:19:54 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co/go/wp-content/uploads/2026/08/cropped-logo-32x32.jpg</url>
	<title>Aceh &#8211; Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Polres Pidie Jaya Gagalkan Pengangkutan Ilegal 290 Liter Solar Subsidi</title>
		<link>https://kabartoday.co/polres-pidie-jaya-gagalkan-pengangkutan-ilegal-290-liter-solar-subsidi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Oct 2026 22:19:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Pidie]]></category>
		<category><![CDATA[Solar Subsidi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=104153</guid>

					<description><![CDATA[ACEH &#8211; Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya, Polda Aceh, menggagalkan pengangkutan ilegal bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar dengan jumlah mencapai sebanyak 290 liter. Kepala Satuan Reserse Kriminal...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>ACEH</strong></a> &#8211; Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya, Polda Aceh, menggagalkan pengangkutan ilegal bahan bakar minyak bersubsidi jenis solar dengan jumlah mencapai sebanyak 290 liter.</p>
<p>Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya AKP Saiful Kamal di Pidie Jaya, Senin, mengatakan pihaknya juga menangkap seorang pria berinisial MI (24), warga Meureudu, Kabupaten Pidie Jaya, yang diduga membawa bahan bakar minyak subsidi tersebut.</p>
<p>&#8220;Pengungkapan dugaan penyalahgunaan pengangkutan bahan bakar minyak subsidi tersebut berlangsung kawasan Jangka Buya, Kabupaten Pidie Jaya, pada Minggu (25/10) dini hari,&#8221; katanya.</p>
<p>Perwira pertama Polres Pidie Jaya itu mengatakan pengungkapan dugaan penyalahgunaan bahan bakar subsidi tersebut berawal dari informasi masyarakat.</p>
<p>Informasi tersebut, kata dia, menyebutkan ada sebuah mobil boks diduga mengangkut solar dari sebuah SPBU di kawasan Bandar Dua, Kabupaten Pidie Jaya.</p>
<p>Dari informasi tersebut, Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya mengerahkan Unit Tindak Pidana Tertentu (Tipiter) dan Unit Opsnal menyelidikinya. Dari hasil penyelidikan, tim mencurigai sebuah mobil boks keluar dari SPBU.</p>
<p>&#8220;Tim sempat mengikuti mobil boks tersebut hingga akhir ditemukan berhenti di sebuah gudang bekas usaha mebel. Kemudian, petugas mengamankan terduga pelaku dan memeriksa mobil tersebut,&#8221; katanya.</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan, kata Saiful Kamal, petugas menemukan berupa satu drum berisi 220 liter solar dan dua jeriken masing-masing berisi 35 liter solar. Serta tiga drum kapasitas masing-masing 220 liter dalam keadaan kosong dan satu pompa minyak beserta selang sepanjang mencapai tiga meter.</p>
<p>&#8220;Saat ini, terduga pelaku bersama barang bukti termasuk satu unit mobil boks diamankan di Mapolres Pidie Jaya guna penyidikan lebih lanjut. Penyidik terus berupaya mengungkap para pihak diduga terlibat penyalahgunaan bahan bakar minyak tersebut,&#8221; kata Saiful Kamal.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/10/26/terduga-pelaku-bbm-subsidi-pidie-jaya_1.jpg.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tim Gabungan Tangkap Delapan Penambang Emas Ilegal di Aceh</title>
		<link>https://kabartoday.co/tim-gabungan-tangkap-delapan-penambang-emas-ilegal-di-aceh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 02:09:30 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Polda Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Emas]]></category>
		<category><![CDATA[Tambang Ilegal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103926</guid>

					<description><![CDATA[Petugas mengamankan delapan orang pekerja beserta dua unit alat berat ekskavator]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>ACEH</strong></a> &#8211; Tim gabungan dari Ditreskrimsus Polda Aceh bersama Satreskrim Polres Nagan Raya menangkap delapan orang terduga pelaku penambang emas ilegal di kawasan hulu Desa Karyan, Kecamatan Beutong, kabupaten setempat, Kamis dini hari.</p>
<p>&#8220;Penindakan ini merupakan tindak lanjut cepat atas laporan masyarakat mengenai keberadaan aktivitas tambang ilegal yang menggunakan alat berat di wilayah setempat,&#8221; kata Kapolres Nagan Raya AKBP Muhammad Taufiq, Kamis.</p>
<p>Operasi senyap yang berlangsung pada Kamis (1/10) sekitar pukul 01.30 WIB jelang dini hari dipimpin Wadirreskrimsus Polda Aceh AKBP Yasir Ahmadi dan Kapolres Nagan Raya AKBP Muhammad Taufiq bersama Kasat Reskrim AKP Muhammad Rizal.</p>
<p>Setelah menempuh perjalanan membelah kegelapan malam, tim gabungan tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pada pukul 02.10 WIB dan langsung mengepung area tambang.</p>
<p>Di lokasi, petugas mengamankan delapan orang pekerja beserta dua unit alat berat ekskavator merek Zoomlion yang diduga digunakan untuk mengeruk material tambang secara ilegal.</p>
<p>Selain delapan terduga pelaku yang memiliki peran bervariasi mulai dari operator ekskavator, kernet, hingga pekerja bagian penyaringan (asbuk).</p>
<p>Petugas juga menyita sejumlah barang bukti penting antara lain asbuk, dua unit alat pendulang (indang), tiga buah ambal penyaring, buku catatan hasil perolehan emas, beberapa unit telepon seluler, serta dokumentasi titik koordinat lokasi.</p>
<p>&#8220;Seluruh terduga pelaku beserta barang bukti sudah berada di Mapolres Nagan Raya untuk menjalani pemeriksaan intensif,&#8221; kata Kapolres Muhammad Taufik.</p>
<p>Ia mengatakan kasus penambangan ilegal ini selanjutnya ditangani secara intensif oleh penyidik Ditreskrimsus Polda Aceh bekerjasama dengan Satreskrim Polres Nagan Raya, guna mengusut tuntas legalitas kegiatan, mendalami keterlibatan pihak-pihak lain, serta mengurai rantai operasional tambang emas ilegal.</p>
<p>Penindakan tegas ini menegaskan komitmen Kepolisian Daerah Aceh dalam menindak setiap praktik pertambangan tanpa izin demi menjaga kelestarian lingkungan serta memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Kabupaten Nagan Raya, kata Kapolres Muhammad Taufik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://tribratanews.polri.go.id/web/image/blog.post/51377/image" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Polres Langsa Gagalkan Peredaran 46,6 Kg Sabu-sabu</title>
		<link>https://kabartoday.co/polres-langsa-gagalkan-peredaran-466-kg-sabu-sabu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 28 Sep 2026 22:27:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Narkoba]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103874</guid>

					<description><![CDATA[Polres Langsa bersama Bea Cukai menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>ACEH</strong></a> &#8211; Satuan Reserse Narkoba Polres Langsa, Provinsi Aceh, menggagalkan peredaran 46,6 kilogram narkoba jenis sabu-sabu serta menangkap seorang terkait barang terlarang tersebut.</p>
<p>Kapolres Langsa AKBP Hyrowo di Langsa, Senin, mengatakan pengungkapan puluhan kilogram sabu-sabu tersebut merupakan kerja sama dengan Bea Cukai Langsa. Peredaran narkoba tersebut diduga jaringan internasional, Malaysia.</p>
<p>&#8220;Polres Langsa bersama Bea Cukai menggagalkan peredaran narkoba jenis sabu-sabu dengan berat mencapai 46,6 kilogram. Dalam pengungkapan peredaran tersebut, tim gabungan menangkap seorang pelaku berinisial M,&#8221; katanya.</p>
<p>Kapolres menyebutkan pengungkapan peredaran barang terlarang tersebut berawal diinformasikan yang diterima polisi pada 18 September 2026. Selanjutnya, Polres Langsa penyelidikan bersama Bea Cukai Langsa terkait laporan tersebut.</p>
<p>Dari hasil penyelidikan, kata dia, tim gabungan menangkap M (33) warga Desa Paningah, Kecamatan Muara Batu, Kabupaten Aceh Utara. M ditangkap di Gampong Labuhan Keude, Kecamatan Sungai Raya, Kabupaten Aceh Timur.</p>
<p>Pada saat penangkapan, kata Hyrowo, petugas gabungan menemukan 44 paket besar sabu-sabu yang dikemas menggunakan plastik bertuliskan Cai Yun Li berwarna biru muda. Total berat barang bukti mencapai 46,6 kilogram.</p>
<p>&#8220;Selain sabu-sabu, petugas juga menemukan dua karung goni, satu kain sarung, serta menyita satu unit telepon genggam dan satu minibus Toyota Kijang Innova Reborn warna putih bernomor polisi BK 1453 AGT beserta STNK,&#8221; katanya.</p>
<p>Kapolres Langsa menjelaskan pelaku M diduga berperan sebagai perantara atau kurir dalam transaksi narkotika jaringan lintas negara. Sabu-sabu tersebut diduga berasal dari Malaysia dan selanjutnya akan diedarkan di Indonesia, termasuk wilayah Aceh dan sejumlah provinsi lainnya.</p>
<p>Penyidik, kata Kapolres, menyangkakan M dengan Pasal 114 Ayat (2) UU Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika jo Pasal 609 Ayat (2) huruf (a) UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHPidana jo UU Nomor 1 Tahun 2026 tentang penyesuaian pidana.</p>
<p>&#8220;M yang diterapkan sebagai tersangka terancam hukuman pidana mati, penjara seumur hidup, atau penjara paling singkat enam tahun dan paling lama 20 tahun,&#8221; kata Hyrowo.</p>
<p>Ia menyebutkan pengungkapan 46,6 kilogram sabu-sabu tersebut mencegah penyalahgunaan narkotika terhadap sekitar 372.800 jiwa dengan asumsi setiap satu gram digunakan sekitar delapan orang.</p>
<p>&#8220;Pengungkapan puluhan kilogram sabu-sabu tersebut memutus mata rantai peredaran narkotika lintas negara serta mendukung pemberantasan narkotika dan perlindungan generasi muda,&#8221; kata Hyrowo.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/09/28/polres-langsa-46-6-kg-sabu_1.jpeg.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kasus Malaria di Aceh Jaya Kembali Merebak</title>
		<link>https://kabartoday.co/kasus-malaria-di-aceh-jaya-kembali-merebak/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 25 Sep 2026 00:28:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Malaria]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103830</guid>

					<description><![CDATA[Jumlah kasus malaria per 22 September sebanyak 76 kasus]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>ACEH</strong> &#8211; Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Aceh Jaya melaporkan bahwa kasus penyakit malaria di daerah setempat kembali merebak, diduga karena banyaknya aktivitas masyarakat di lokasi penambangan emas rakyat sejak beberapa bulan terakhir.</p>
<p>&#8220;Jumlah kasus malaria per 22 September sebanyak 76 kasus, terus bertambah kalau kita bandingkan pada Mei hanya 30 dan Juli 56 kasus,&#8221; kata Kepala Dinas Kesehatan Aceh Jaya Ferdian di Aceh Jaya, Kamis.</p>
<p>Ferdian menyampaikan, kasus malaria ini terjadi melonjak akibat meningkatnya aktivitas warga di kawasan tambang emas di sejumlah kecamatan di Aceh Jaya.</p>
<p>Kebanyakan jenis malaria yang ditemukan saat ini, kata dia, adalah malaria knowlesi yaitu jenis penyakit malaria zoonosis (penularan dari hewan ke manusia) yang disebabkan oleh parasit.</p>
<p>&#8220;Jenis malaria ini menular dari hewan yang menyebar ke manusia, dan ini lokus nya kebanyakan dari area pertambangan di dalam hutan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia menjelaskan, untuk penanganan terhadap penyakit tersebut, pihaknya sudah memperkuat sosialisasi hingga membagikan kelambu kepada para penambang yang semakin hari meningkat.</p>
<p>Selain itu, pihaknya juga sudah duduk bersama melakukan koordinasi dan advokasi pemeliharaan eliminasi malaria di Aceh Jaya.</p>
<p>Ferdian menuturkan, hasil dari pertemuan tersebut juga diputuskan agar perangkat daerah memperketat pengawasan kesehatan di kawasan pertambangan.</p>
<p>&#8220;Tokoh masyarakat dan pemuka adat juga dilibatkan untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat serta pekerja tambang,&#8221; katanya.</p>
<p>Dirinya menambahkan, sebagai tindak lanjut, pemerintah daerah menyepakati bahwa Dinas Kesehatan bersama unsur TNI/Polri segera melakukan skrining atau pemeriksaan darah secara massal di pintu masuk kawasan tambang.</p>
<p>Pemerintah juga meminta tokoh masyarakat menggerakkan gotong royong untuk membersihkan tempat-tempat yang berpotensi menjadi sarang nyamuk serta memastikan para pekerja menggunakan kelambu sebagai perlindungan dari gigitan nyamuk penular malaria.</p>
<p>&#8220;Selain itu, pos kesehatan lapangan atau pos satelit darurat akan ditempatkan untuk mempercepat deteksi dini, pemeriksaan dan pengobatan terhadap pasien yang dinyatakan positif,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Ia kembali menekankan bahwa penanganan malaria membutuhkan keterlibatan seluruh sektor, terutama karena aktivitas di kawasan tambang menjadi salah satu lokasi yang ditemukan terkait dengan klaster kasus.</p>
<p>&#8220;Kita dari Dinas Kesehatan berharap masyarakat dapat meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus malaria ini,&#8221; demikian Ferdian.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://nos.wjv-1.neo.id/rspi-assets-production/rspi-api/uploads/MTc0NDM0MTU3ODQ1NQ==.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kodam Iskandar Muda Gelar Pasar Murah Serentak di Seluruh Aceh</title>
		<link>https://kabartoday.co/kodam-iskandar-muda-gelar-pasar-murah-serentak-di-seluruh-aceh/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Sep 2026 00:21:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Kodam IM]]></category>
		<category><![CDATA[Pasar Murah]]></category>
		<category><![CDATA[TNI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103763</guid>

					<description><![CDATA[Pasar murah serentak di seluruh Aceh dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>ACEH</strong></a> &#8211; Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Kodam IM) melaksanakan pasar murah serentak di seluruh Aceh dalam rangka memperingati HUT ke-81 TNI Tahun 2026 guna membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau.</p>
<p>“Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan komitmen TNI untuk senantiasa hadir di tengah masyarakat, khususnya dalam membantu memenuhi kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau,” kata Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayor Jenderal TNI Joko Hadi Susilo di Blang Padang, Banda Aceh, Rabu.</p>
<p>Pangdam IM menjelaskan pelaksanaan bazar pasar murah tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT Ke-81 TNI, tetapi juga merupakan bentuk nyata pengabdian TNI kepada masyarakat.</p>
<p>Pangdam IM juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung kegiatan tersebut, khususnya Pemerintah Daerah, para pelaku usaha, penyedia komoditas, serta seluruh jajaran TNI.</p>
<p>Pangdam IM berharap Bazar Pasar Murah Serentak tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus menjadi bagian dari semangat TNI yang profesional dan kuat dalam menjalankan pengabdian bersama rakyat untuk membangun negeri.</p>
<p>Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Aceh, T Adi Darma mengatakan operasi pasar dalam rangka HUT Ke-81 TNI yang dilaksanakan di Lapangan Blang Padang, Banda Aceh berlangsung selama dua hari yakni dari 22 – 23 September 2026.</p>
<p>&#8220;Operasi Pasar ini adalah upaya pemerintah hadir langsung meringankan beban masyarakat dan menjaga inflasi agar terkendali dengan baik khususnya wilayah pengukur IHK salah satunya Kota Banda Aceh,” katanya.</p>
<p>Dalam kegiatan pasar murah tersebut Pemerintah Aceh memberikan subsidi untuk empat komoditas utama yakni beras dengan harga jual Rp105.000 ribu per sak isi 10 Kg, gula pasir 2 kg Rp32 ribu, minyak makan kemasan Rp38 ribu kemasan 2 liter dan telur ayam ras Rp36 ribu per papan isi 30 butir.</p>
<p>Lebih rinci ia menyebutkan, Pemerintah Aceh menyiapkan stok untuk pasar murah tersebut masing-masing beras premium 12 ton, gula pasir sebanyak 2,4 ton, minyak makan sebanyak 2,4 ton dan telur ayam ras 1.000 papan.</p>
<p>“Kami mengajak masyarakat untuk dapat memanfaatkan momentum ini untuk memenuhi kebutuhan dengan harga terjangkau serta berbelanja sesuai kebutuhan dan kemampuan agar manfaat operasi pasar ini bisa dirasakan secara merata,” katanya.</p>
<p>Pihaknya juga berharap melalui pasar murah tersebut daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi daerah dapat terkendali dengan baik.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://img.antaranews.com/cache/800x533/2026/09/22/1002259473_1.jpg.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dayah, Rangkang, dan Meunasah: Trilogi Pendidikan Pesantren di Tanah Rencong</title>
		<link>https://kabartoday.co/dayah-rangkang-dan-meunasah-trilogi-pendidikan-pesantren-di-tanah-rencong/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2026 22:54:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=102899</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Murodi al-Batawi.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi al-Batawi.</strong></em></p>
<p>Di serambi Mekkah, pendidikan Islam telah berakar jauh sebelum Indonesia merdeka. Aceh memiliki tradisi pendidikan yang khas dan unik, yang tertuang dalam trilogi lembaga: Meunasah, Rangkang, dan Dayah. Ketiganya membentuk sebuah ekosistem pendidikan yang terstruktur, dari level paling dasar hingga perguruan tinggi. Inilah model pesantren Aceh yang melahirkan ulama-ulama besar sekaligus pejuang kemerdekaan yang gagah berani.</p>
<p><strong>Meunasah: Fondasi Pendidikan Dasar di Setiap Gampong</strong></p>
<p>Meunasah merupakan lembaga pendidikan dasar yang hampir selalu ada di setiap gampong (desa) di Aceh. Dalam bahasa Arab, kata &#8220;meunasah&#8221; berasal dari madrasah yang berarti tempat belajar. Jika disetarakan, Meunasah berfungsi seperti sekolah tingkat dasar atau ibtidaiyah. Di sinilah anak-anak Aceh pertama kali mengenal huruf hijaiyah, belajar membaca Al-Qur&#8217;an, dan memahami dasar-dasar pendidikan Islam.</p>
<p>Fungsi Meunasah tidak hanya terbatas pada pendidikan. Di masa Kesultanan Aceh, meunasah memiliki peran ganda yang sangat strategis: sebagai pusat pemerintahan desa, pusat ibadah, pusat penampungan dan pengembangan informasi, pusat komunikasi, tempat pembinaan generasi muda, hingga tempat musyawarah untuk memutuskan masalah sengketa. Meunasah dipimpin oleh seorang Teungku Meunasah yang tidak hanya mengajar, tetapi juga mengurusi urusan keagamaan masyarakat seperti shalat, zakat, pernikahan, dan kematian. Sebelum seorang anak bisa belajar di dayah, ia harus terlebih dahulu menguasai kemampuan membaca Al-Qur&#8217;an yang diperoleh dari meunasah.</p>
<p><strong>Rangkang: Pendidikan Menengah di Pondok Santri</strong></p>
<p>Setelah menyelesaikan pendidikan dasar di meunasah, santri melanjutkan ke tingkat Rangkang. Rangkang secara harfiah berarti pondok atau tempat tinggal para murid yang sedang belajar. Lembaga ini merupakan kelanjutan dari meunasah dan dapat disetarakan dengan pendidikan menengah pertama (tsanawiyah).</p>
<p>Di Rangkang, para santri mulai diajarkan dengan bahasa Arab dan mempelajari kitab-kitab agama dalam bahasa Arab. Mereka juga mulai diperkenalkan dengan ilmu-ilmu sains seperti ilmu bumi, sejarah, dan berhitung. Para santri yang sudah lebih tinggi ilmunya bertugas mengajar santri di tingkat bawah dan disebut Teungku Rangkang. Sedangkan mereka yang mengajar di tingkat lebih tinggi mendapatkan pengajaran lebih lanjut dari Teungku di Balee atau guru senior.</p>
<p>Hal yang membuat Rangkang begitu istimewa adalah metode pembelajarannya yang menekankan proses bertahap: membaca teks secara perlahan, menyimak dengan penuh perhatian, mencatat, mengulangi, dan berdialog. Model &#8220;belajar lambat&#8221; (slow learning) ini menjadi antitesis dari pembelajaran dangkal di era digital dan menawarkan pendekatan yang lebih mendalam dan reflektif. Rangkang mengajarkan nilai-nilai adab —kesopanan dan akhlak— sebagai fondasi sebelum santri memasuki kajian teks-teks besar di dayah.</p>
<p><strong>Dayah: Perguruan Tinggi yang Melahirkan Ulama dan Pejuang</strong></p>
<p>Dayah adalah jenjang pendidikan tertinggi dalam sistem pesantren Aceh. Kata &#8220;dayah&#8221; berasal dari bahasa Arab zawiyah yang berarti sudut atau tempat berkumpulnya para pencari spiritual. Dayah dapat disetarakan dengan sekolah menengah atas (aliyah) hingga perguruan tinggi. Bahkan dalam perkembangannya, dayah menawarkan tiga tingkatan: rangkang (junior), balee (senior), dan dayah manyang (universitas).</p>
<p>Dayah pertama di Aceh adalah Dayah Cot Kala di Peureulak, yang diperkirakan berdiri pada awal abad ke-10 Masehi, pada masa Kerajaan Peureulak. Para alumni dayah Cot Kala kemudian menyebarkan Islam dan mendirikan dayah-dayah baru di seluruh Aceh. Hingga kini, dayah tetap menjadi lembaga pendidikan Islam tertua di Aceh yang telah berkontribusi besar dalam membangun peradaban Islam dan mencerdaskan bangsa.</p>
<p>Peran dayah dalam perjuangan kemerdekaan juga sangat signifikan. Dayah dan meunasah berperan melawan penetrasi penjajah. Para alumni dayah menjadi pejuang di garis depan. Bahkan, dalam Qanun Meukuta Alam, ilmu disebut sebagai salah satu syarat sahnya berdiri suatu negeri, dan kurikulum dayah di masa lalu tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga ilmu pertanian, ilmu falak, ilmu persenjataan, dan ilmu pemerintahan. Inilah sebabnya para alumni dayah mampu menjadi pemimpin dan pejuang yang tangguh.</p>
<p><strong>Warisan untuk Generasi Masa Kini</strong></p>
<p>Trilogi Meunasah-Rangkang-Dayah adalah warisan peradaban Aceh yang patut dijaga. Di era modern, dayah terus berevolusi menuju dayah modern dengan memasukkan pelajaran umum, namun tetap mempertahankan ciri khasnya sebagai lembaga pendidikan Islam. Nilai-nilai yang diwariskan—keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan keberanian—tetap relevan dalam membentuk generasi yang berakhlak dan berdaya saing.</p>
<p>Meunasah, Rangkang, dan Dayah adalah bukti bahwa Aceh telah memiliki sistem pendidikan yang terintegrasi jauh sebelum Indonesia merdeka. Dari ketiganya, lahirlah generasi-generasi yang tidak hanya paham agama, tetapi juga berani berjuang dan mampu membangun peradaban. Inilah model pesantren Aceh yang terus hidup dan menginspirasi.</p>
<p>Demikian dan terima kasih (odie).</p>
<p>Pamulang, 19 Agustus 2026.</p>
<p>Murodi al-Batawi.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://cdn.ajnn.net/files/images/archives/20230410-img-20230410-wa0055.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Peace Boat Disaster Relief Jepang Bersama Laznas ASAR Humanity Resmikan Fasilitas Sumur Bor dan MCK untuk Pulihkan Akses Air Bersih Pascabanjir di Aceh Timur</title>
		<link>https://kabartoday.co/peace-boat-disaster-relief-jepang-bersama-laznas-asar-humanity-resmikan-fasilitas-sumur-bor-dan-mck-untuk-pulihkan-akses-air-bersih-pascabanjir-di-aceh-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2026 08:56:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Aceh]]></category>
		<category><![CDATA[ASAR Humanity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=102717</guid>

					<description><![CDATA[ACEH TIMUR – Peace Boat Disaster Relief (PBV) Jepang bersama Laznas ASAR Humanity meresmikan pembangunan fasilitas sumur bor dan MCK permanen di Dayah Bustanur Rahmani, Dusun Alue Lipah Timu, Desa...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>ACEH TIMUR</strong></a> – Peace Boat Disaster Relief (PBV) Jepang bersama Laznas ASAR Humanity meresmikan pembangunan fasilitas sumur bor dan MCK permanen di Dayah Bustanur Rahmani, Dusun Alue Lipah Timu, Desa Buket Bata, Kecamatan Pante Bidari, Kabupaten Aceh Timur, Kamis (30/7). Program ini merupakan bagian dari inisiatif Sumatra Post-Floods Recovery sebagai upaya mempercepat pemulihan akses air bersih dan sanitasi bagi masyarakat yang terdampak banjir pada akhir tahun 2025.</p>
<p>Bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh menyebabkan kerusakan pada berbagai infrastruktur dasar, termasuk sarana air bersih dan sanitasi. Di Dusun Alue Lipah Timu, sumur-sumur warga dan fasilitas air di Dayah Bustanur Rahmani mengalami pencemaran akibat lumpur dan kontaminasi, sementara fasilitas MCK mengalami kerusakan sehingga tidak lagi mampu memenuhi kebutuhan santri maupun masyarakat sekitar.</p>
<p>Melihat kondisi tersebut, PBV bersama Laznas ASAR Humanity menghadirkan pembangunan sarana air bersih dan sanitasi yang meliputi sumur bor, fasilitas MCK permanen, tempat wudhu, serta instalasi sanitasi yang aman dan layak digunakan. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mendukung aktivitas ibadah, pendidikan, serta kebutuhan sehari-hari masyarakat secara berkelanjutan.</p>
<p>Sebanyak 213 penerima manfaat yang terdiri dari 27 kepala keluarga, termasuk para santri Dayah Bustanur Rahmani dan warga Dusun Alue Lipah Timu, kini dapat memanfaatkan fasilitas tersebut setelah proses pembangunan selesai dan resmi diserahterimakan pada 30 Juli 2026.</p>
<p>Ketua Yayasan Laznas ASAR Humanity, Noval Eriansyah, menyampaikan bahwa proses pemulihan pascabencana tidak cukup hanya dengan memberikan bantuan darurat, tetapi juga harus memastikan masyarakat kembali memiliki akses terhadap layanan dasar yang layak.</p>
<p>&#8220;Air bersih merupakan kebutuhan paling mendasar bagi kehidupan. Melalui kolaborasi bersama Peace Boat Disaster Relief, kami ingin memastikan masyarakat yang terdampak banjir tidak hanya menerima bantuan sesaat, tetapi juga memperoleh akses air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan. Kehadiran sumur bor dan fasilitas MCK ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus mendukung aktivitas belajar dan beribadah para santri di Dayah Bustanur Rahmani,&#8221; ujar Noval Eriansyah, Ketua Yayasan Laznas ASAR Humanity.</p>
<p>Pembangunan fasilitas tersebut dilaksanakan melalui tahapan asesmen kebutuhan, koordinasi dengan pemerintah desa dan pengelola dayah, perencanaan teknis, pembangunan, pengujian fungsi fasilitas, hingga proses serah terima kepada pihak penerima manfaat. Pendekatan yang digunakan mengedepankan konsep community-based recovery, yakni pemulihan berbasis kebutuhan masyarakat dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan di tingkat lokal.</p>
<p>Kepala Dusun Alue Lipah Timu, M. Nasir, mengapresiasi komitmen PBV dan Laznas ASAR Humanity yang terus hadir mendampingi masyarakat sejak masa tanggap darurat hingga tahap pemulihan.</p>
<p>&#8220;Ini merupakan satu-satunya lembaga yang hadir di dusun kami sejak pasca banjir, mulai dari program hot meal, distribusi kebutuhan dasar, hygiene kit, hingga kini membangun tempat wudhu, MCK, dan sumur bor. Bantuan ini sangat berarti bagi masyarakat dan santri yang membutuhkan akses air bersih setelah bencana,&#8221; ungkap M. Nasir.</p>
<p>Senada dengan itu, Koordinator Ksatria ASAR Humanity Aceh Timur, Yuslizar, menjelaskan bahwa pembangunan dapat diselesaikan dengan baik meskipun sempat menghadapi tantangan ketersediaan material di lapangan.</p>
<p>&gt; &#8220;Alhamdulillah, tahap demi tahap telah terlaksana dengan baik. Walaupun ada sedikit kendala ketersediaan bahan material di lapangan, seluruh fasilitas kini telah selesai dan dapat dipergunakan sepenuhnya. Kami berharap bantuan ini dapat dirawat bersama agar memberi manfaat dalam jangka panjang,&#8221; tuturnya.</p>
<p>Kolaborasi antara PBV Jepang dan Laznas ASAR Humanity menjadi bagian dari komitmen bersama dalam memperkuat proses pemulihan masyarakat pascabencana melalui pembangunan infrastruktur dasar yang berkelanjutan. Selain mendukung kesehatan lingkungan, keberadaan fasilitas air bersih dan sanitasi yang layak diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih sehat bagi para santri.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/f_webp,q_auto:low/v1786438476/IMG-20260811-WA0013/IMG-20260811-WA0013.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
