<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>AQL &#8211; Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co/tag/aql/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co</link>
	<description>Tegas dan Lugas</description>
	<lastBuildDate>Fri, 02 Oct 2026 07:47:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co/go/wp-content/uploads/2026/08/cropped-logo-32x32.jpg</url>
	<title>AQL &#8211; Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Mahasiswi UNIDA Gontor Kunjungi AQL Islamic Center, Belajar Tadabur Al-Qur’an</title>
		<link>https://kabartoday.co/mahasiswi-unida-gontor-kunjungi-aql-islamic-center-belajar-tadabur-al-quran/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 Oct 2026 07:47:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Dunia Kampus]]></category>
		<category><![CDATA[AQL]]></category>
		<category><![CDATA[UBN]]></category>
		<category><![CDATA[UNIDA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103930</guid>

					<description><![CDATA[Sebanyak 27 mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melakukan kunjungan studi ke AQL Islamic Center]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Sebanyak 27 mahasiswi Universitas Darussalam (UNIDA) Gontor melakukan kunjungan studi ke AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta, Jumat (2/10/2026). Kunjungan tersebut menjadi bagian dari kegiatan studi lapangan sekaligus sarana silaturahim dan pendalaman ilmu Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Rombongan mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur&#8217;an dan Tafsir semester VI tersebut didampingi dosen pembimbing. Mereka diterima langsung Pembina AQL Islamic Center, Ustaz Bachtiar Nasir (UBN).</p>
<p>Perwakilan UNIDA Gontor, Ustaz Mahmud, menyampaikan apresiasi atas kesempatan yang diberikan kepada para mahasiswi untuk melakukan studi di AQL Islamic Center. Ia juga menyampaikan salam dari pimpinan Pondok Modern Gontor, Rektor UNIDA Gontor KH Prof Hamid Fahmy Zarkasyi, serta Dekan Fakultas Ushuluddin Ustaz Syamsul Hadi Untung.</p>
<p>&#8220;Yang kedua, kami ingin menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Al-Ustadz, pengelola, dan juga pimpinan yayasan Pusat Peradaban Islam, Al-Ustadz K.H. Bachtiar Nasir, Lc., M.M., atas waktu yang sudah diberikan untuk menerima kami,&#8221; ujar Ustaz Mahmud.</p>
<p>Ia menjelaskan, rombongan tersebut terdiri atas 27 mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Qur&#8217;an dan Tafsir kelas C1 kampus putri UNIDA Gontor. Mereka didampingi Ustaz Taufik Akhyar, M.Ag., dan Ustazah Dr. Nindiya Ayomi Dirahara, M.Pd.</p>
<p>&#8220;Tujuan utama kami ke sini kemari adalah pertama ingin silaturahim, kemudian dilanjutkan oleh menuntut ilmu bersama Al-Ustadz Bachtiar Nasir tentang tadabur Al-Qur&#8217;an,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, UBN memberikan kuliah umum mengenai tadabur Al-Qur&#8217;an. Ia menekankan bahwa mempelajari tafsir merupakan bagian penting dalam proses memahami Al-Qur&#8217;an, tetapi tidak berhenti pada pemahaman akademik. Al-Qur&#8217;an juga perlu ditadaburi agar pesan yang terkandung di dalamnya dapat menjadi pelajaran dalam kehidupan.</p>
<p>&#8220;Kalian di jurusan khusus dan tafsir sudah bagus, karena kan untuk bertadabur harus pakai tafsir. Enggak mungkin bertadabur enggak pakai tafsir. Tapi, harus mentadaburinya,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Menurut UBN, salah satu tujuan utama diturunkannya Al-Qur&#8217;an adalah agar manusia merenungkan ayat-ayatnya. Karena itu, umat Islam perlu membangun pola interaksi yang benar dengan Al-Qur&#8217;an, bukan hanya membacanya ketika menghadapi persoalan tertentu.</p>
<p>&#8220;Pesannya tentu: jangan sampai berinteraksi dengan cara yang salah. Yang benar bagaimana? Yang benar adalah berinteraksi dengan cara yang disukai oleh Al-Qur&#8217;an,&#8221; katanya.</p>
<p>UBN menjelaskan, tadabur berarti melihat sesuatu hingga kepada akibat atau dampak yang ditimbulkannya. Proses tersebut dilakukan dengan memperhatikan makna secara mendalam dan berulang sehingga seseorang dapat mengambil pelajaran dari ayat-ayat Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>&#8220;Bertadabur adalah memandang sesuatu di balik sesuatu dan memahami akibat yang akan ditimbulkannya,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Ia kemudian mengutip sejumlah pandangan ulama mengenai tadabur Al-Qur&#8217;an. Imam At-Thabari, misalnya, menjelaskan tadabur sebagai perenungan terhadap hujah-hujah Allah dan syariat yang terdapat dalam Al-Qur&#8217;an sehingga seseorang memperoleh nasihat dan mengamalkannya.</p>
<p>Sementara itu, Ibnu Katsir memaknai tadabur sebagai proses memahami makna lafaz sekaligus memikirkan pesan yang terkandung di dalam Al-Qur&#8217;an. Adapun Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah melihat tadabur sebagai upaya menajamkan mata hati terhadap makna-makna Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>UBN juga mengajak para mahasiswi untuk tidak berhenti pada kajian Al-Qur&#8217;an secara akademik. Menurut dia, interaksi dengan Al-Qur&#8217;an semestinya turut membentuk manusia dan memengaruhi karakter dalam kehidupan sehari-hari.</p>
<p>&#8220;Saya tidak fokus pada isitunya, saya fokus kepada pembinaan manusianya lewat tadabur. Walaupun kita punya karya-karya akademik,&#8221; katanya.</p>
<p>Dalam kuliah tersebut, UBN juga menjelaskan pentingnya memahami nama, sifat, dan fungsi Al-Qur&#8217;an. Menurut dia, pemahaman tersebut dapat menjadi dasar dalam membangun pola interaksi yang lebih mendalam dengan Al-Qur&#8217;an.</p>
<p>Ia mencontohkan beberapa nama Al-Qur&#8217;an yang menunjukkan hakikatnya, antara lain Al-Qur&#8217;an, Al-Kitab, At-Tanzil, dan Al-Furqan.</p>
<p>&#8220;Begitu juga saat berinteraksi dengan Al-Qur&#8217;an. Jadi, ketika kita pegang Al-Qur&#8217;an, mulai membacanya, ingat tuh nama-Nya dan sifat-sifat-Nya,&#8221; ujar UBN.</p>
<p>Kunjungan tersebut diharapkan tidak hanya memperkaya wawasan akademik para mahasiswi, tetapi juga memperkuat tradisi tadabur dan interaksi dengan Al-Qur&#8217;an sebagai bagian dari pembentukan karakter dan kehidupan sehari-hari.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/f_webp,q_auto:low/v1790927230/IMG-20261002-WA0008_copy_1020x765/IMG-20261002-WA0008_copy_1020x765.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Perkuat Kedaulatan Pangan, AQL Targetkan Penyaluran 81 Ribu Paket Makanan dan Sembako</title>
		<link>https://kabartoday.co/perkuat-kedaulatan-pangan-aql-targetkan-penyaluran-81-ribu-paket-makanan-dan-sembako/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2026 08:52:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AQL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=102686</guid>

					<description><![CDATA[Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL) menggagas gerakan sosial bertajuk “Kedaulatan Pangan, Ketangguhan Bangsa” dengan menargetkan penyaluran 81 ribu paket makanan dan 81 ribu paket sembako]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Yayasan Pusat Peradaban Islam (YPPI) Ar-Rahman Qur’anic Learning Center (AQL) menggagas gerakan sosial bertajuk “Kedaulatan Pangan, Ketangguhan Bangsa” dengan menargetkan penyaluran 81 ribu paket makanan dan 81 ribu paket sembako dalam rangka memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.</p>
<p>Ketua YPPI AQL, Ustaz Iswahyudi Mukhlis, mengatakan gerakan tersebut menjadi upaya untuk membangun kepedulian masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan dan kedaulatan pangan melalui aksi nyata.</p>
<p>“Kita ingin mewujudkan semangat keberkahan melalui aksi nyata. Kemudian memperkuat kepedulian dan partisipasi dalam membangun ketahanan serta kedaulatan pangan Indonesia,” ujar Ustaz Iswahyudi, Senin (10/8/2026).</p>
<p>Menurut dia, gerakan tersebut tidak hanya dijalankan oleh AQL, tetapi diharapkan melibatkan masjid, sekolah, komunitas, lembaga pendidikan, dan berbagai elemen masyarakat. Setiap pihak dapat ikut menyalurkan bantuan secara mandiri kepada masyarakat yang membutuhkan.</p>
<p>“Kita berharap seluas mungkin. Masjid, sekolah kita ajak. Mereka bisa bagi-bagi sendiri. Siapa pun boleh ikut gerakan ini. Kita sebagai inisiator saja,” katanya.</p>
<p>Ustaz Iswahyudi menjelaskan, target 81 ribu paket tersebut menjadi simbol 81 tahun kemerdekaan Indonesia. Paket makanan diperkirakan bernilai Rp20 ribu per paket, sedangkan paket sembako sekitar Rp150 ribu per paket.</p>
<p>Dengan jumlah tersebut, total nilai program diperkirakan mencapai sekitar Rp14 miliar.</p>
<p>“Totalnya sekitar Rp14 miliar. Harga satu paket makanan Rp20 ribu, satu paket sembako Rp150 ribu,” ujarnya.</p>
<p>Ia menegaskan, penyaluran bantuan akan diarahkan kepada masyarakat yang membutuhkan. Selain wilayah Jabodetabek, program tersebut diharapkan dapat menjangkau berbagai daerah yang menjadi wilayah dakwah dan binaan AQL.</p>
<p>Beberapa unit AQL yang telah disiapkan untuk terlibat antara lain di Jonggol, Megamendung, dan Purwakarta. Penyaluran juga akan dilakukan di lingkungan sekitar unit-unit tersebut.</p>
<p>Ustaz Iswahyudi mengatakan gerakan tersebut memiliki misi membangun kolaborasi sosial yang berkelanjutan. AQL tidak ingin program berbagi pangan hanya berhenti pada momentum peringatan kemerdekaan.</p>
<p>“Tujuannya menggerakkan kolaborasi antara individu, komunitas, dan berbagai lembaga dalam gerakan berbagi pangan secara nasional. Kemudian membangun gerakan sosial yang berkelanjutan untuk memperkuat ketangguhan bangsa melalui kepedulian, kolaborasi, dan pemberdayaan masyarakat,” katanya.</p>
<p>Menurut Ustaz Iswahyudi, gerakan berbagi pangan tersebut juga menjadi bentuk kepedulian di tengah kondisi ekonomi masyarakat yang menghadapi berbagai tekanan. Ia menyinggung fenomena pemutusan hubungan kerja (PHK) serta menurunnya daya beli masyarakat akibat kenaikan harga kebutuhan.</p>
<p>“Siapa pun boleh ikut untuk memeriahkan kemerdekaan dengan aksi sosial di tengah kondisi Indonesia yang dari segi ekonomi sedang tidak baik-baik saja. Banyak terjadi PHK, daya beli berkurang karena barang-barang semua naik,” ujarnya.</p>
<p>Ia berharap bantuan tersebut setidaknya dapat meringankan beban masyarakat yang membutuhkan. Lebih dari itu, gerakan tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat kepahlawanan dan kepedulian sosial.</p>
<p>“Paling tidak dengan adanya aksi kepedulian ini sedikit mengurangi beban saudara-saudara kita yang membutuhkan dan juga terus menanamkan jiwa kepahlawanan, tidak egois, di tengah kondisi bangsa yang tidak baik-baik saja,” katanya.</p>
<p>Selain pembagian makanan dan sembako, AQL juga menyiapkan sejumlah kegiatan untuk memeriahkan HUT ke-81 RI di unit-unit pendidikan dan dakwahnya. Kegiatan tersebut antara lain upacara kemerdekaan, pemasangan atribut merah putih, serta dialog kebangsaan yang menghadirkan tokoh masyarakat.</p>
<p>AQL juga mendorong unit-unit pesantren dan lembaga pendidikan untuk menggelar kegiatan bersama masyarakat sekitar, termasuk perlombaan dan kegiatan sosial.</p>
<p>Sebelumnya, AQL berencana menggelar konvoi sebagai bagian dari rangkaian kegiatan kemerdekaan. Namun, rencana tersebut dibatalkan dan kegiatan dialihkan pada dialog kebangsaan serta aksi berbagi pangan.</p>
<p>Ustaz Iswahyudi menegaskan gerakan “Kedaulatan Pangan, Ketahanan Bangsa” terbuka bagi masyarakat luas tanpa harus menjadi bagian dari AQL. Menurut dia, siapa pun dapat mengambil bagian dalam gerakan tersebut sebagai bentuk kontribusi memperkuat kepedulian sosial dan ketahanan bangsa.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/f_webp,q_auto:low/v1786351828/IMG-20260810-WA0020/IMG-20260810-WA0020.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sambut HUT Ke-81 RI, SAJID Bagikan 81 Ribu Paket Makanan dan Sembako</title>
		<link>https://kabartoday.co/sambut-hut-ke-81-ri-sajid-bagikan-81-ribu-paket-makanan-dan-sembako/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Aug 2026 12:35:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[AQL]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI ke-81]]></category>
		<category><![CDATA[SAJID]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=313</guid>

					<description><![CDATA[SAJID bekerja sama dengan AQL Islamic Center meluncurkan program sosial pembagian 81 ribu paket makanan gratis dan 81 ribu paket sembako]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Serikat Jurnalis Muslim Indonesia (SAJID) bekerja sama dengan AQL Islamic Center meluncurkan program sosial pembagian 81 ribu paket makanan gratis dan 81 ribu paket sembako dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program yang berlangsung pada 7-17 Agustus 2026 itu memiliki nilai bantuan sekitar Rp14 miliar.</p>
<p>Peluncuran program diawali dengan pembagian paket sarapan gratis di depan AQL Islamic Center, Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (7/8/2026). Ratusan pengemudi ojek online, sopir bajaj, sopir angkot, pekerja informal, dan masyarakat sekitar tampak mengantre untuk menerima makanan.</p>
<p>Ketua Umum SAJID Ustaz Bachtiar Nasir mengatakan kolaborasi dengan AQL Islamic Center merupakan ikhtiar menghadirkan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus mengajak berbagai elemen bangsa memperkuat semangat gotong royong dalam menyambut kemerdekaan.</p>
<p>&#8220;SAJID, dalam rangka 81 tahun Kemerdekaan Republik Indonesia, kami menyelenggarakan program 81.000 paket makanan dan 81.000 paket sembako. Kepada teman-teman jurnalis, mari bergabung dan kita bersama-sama. Merdeka itu adalah daulat pangan di tangan kita semua. Merdeka adalah ketika semua bisa makan. Merdeka!&#8221; kata Bachtiar.</p>
<p>Menurut Bachtiar, kemerdekaan tidak cukup diperingati melalui upacara dan seremoni, tetapi juga harus diwujudkan dalam aksi nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.</p>
<p>&#8220;Program ini merupakan bagian dari ikhtiar kami untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menumbuhkan semangat berbagi dan gotong royong di tengah masyarakat. Kemerdekaan harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh rakyat Indonesia,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Selama 11 hari pelaksanaan, pembagian makanan gratis dilakukan di sejumlah titik dengan sasaran pengemudi ojek online, pekerja harian, pedagang kecil, guru ngaji, jurnalis, dan masyarakat yang membutuhkan. Adapun paket sembako akan disalurkan kepada para penerima manfaat di berbagai lokasi.</p>
<p>Salah seorang penerima manfaat, Indra, yang bekerja sebagai pengemudi ojek online, mengaku bersyukur atas bantuan yang diterimanya. Menurut dia, paket makanan gratis tersebut sangat membantu untuk mengurangi pengeluaran harian.</p>
<p>&#8220;Saya senang bisa dapat makanan gratis ini. Lumayan bisa untuk sarapan pagi sebelum mulai narik. Semoga kegiatan seperti ini terus ada karena sangat membantu kami,&#8221; ujar Indra.</p>
<p>Program tersebut merupakan hasil kolaborasi SAJID dan AQL Islamic Center dalam memaknai peringatan HUT Ke-81 RI melalui aksi sosial. Kedua lembaga berharap gerakan berbagi ini dapat menginspirasi lebih banyak komunitas, dunia usaha, dan masyarakat untuk bersama-sama memperkuat solidaritas sosial sehingga kemerdekaan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh seluruh lapisan masyarakat.*</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/dvd4tnrxr/images/c_scale,w_575,h_323/f_webp,q_auto:low/v1786105812/IMG-20260807-WA0018/IMG-20260807-WA0018.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
