<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Islam &#8211; Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co/tag/islam/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co</link>
	<description>Tegas dan Lugas</description>
	<lastBuildDate>Thu, 24 Sep 2026 22:08:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co/go/wp-content/uploads/2026/08/cropped-logo-32x32.jpg</url>
	<title>Islam &#8211; Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gen Z Disebut Alami Krisis Tujuan Hidup di Tengah Tekanan Ekonomi</title>
		<link>https://kabartoday.co/gen-z-disebut-alami-krisis-tujuan-hidup-di-tengah-tekanan-ekonomi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Sep 2026 22:07:32 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Gen Z]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103821</guid>

					<description><![CDATA[DEPOK &#8211; Pemerhati Remaja Kak Mumu menilai generasi Z (Gen Z) mengalami krisis tujuan hidup yang terlihat dari kekhawatiran terhadap masa depan. “48% Gen Z merasa khawatir dengan masa depan...]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>DEPOK</strong> &#8211; Pemerhati Remaja Kak Mumu menilai generasi Z (Gen Z) mengalami krisis tujuan hidup yang terlihat dari kekhawatiran terhadap masa depan.</p>
<p>“48% Gen Z merasa khawatir dengan masa depan hidupnya, seperti memikirkan pendidikan, pekerjaan, karir, kehidupan setelah menikah dan seterusnya,” ungkapnya dalam forum kajian bulanan remaja Muslimah, Ahad (30/8/26), di Depok.</p>
<p>Kak Mumu menjelaskan, kondisi tersebut berkaitan dengan kecenderungan Gen Z memilih keinginan yang lebih mudah dicapai dibandingkan tujuan yang dianggap sulit diwujudkan. Menurutnya, membeli rumah, melanjutkan pendidikan tinggi, memperoleh pekerjaan sesuai keinginan, hingga menabung dinilai semakin sulit dicapai dalam kondisi ekonomi saat ini.</p>
<p>“Setelah melihat realita Gen Z hari ini, mereka harus menyadari dan harus bisa memahami apakah ini adalah sebuah masalah atau gaya hidup yang wajar untuk dijalani. Kebanyakan Gen Z mengukur kebahagiaan mereka berdasarkan materi. Tentu ini bukanlah cara pandang yang benar dalam IsIam,” terangnya di hadapan puluhan remaja Muslimah.</p>
<p>Menurut Kak Mumu, cara pandang yang menjadikan materi sebagai ukuran kebahagiaan merupakan cara pandang yang lahir dari sistem kapitalis. “Sistem kapitalis melahirkan akidah sekuler, yakni memisahkan agama dari kehidupan. Sistem kapitalis jugalah yang menjadikan materi sebagai tolak ukur kebahagiaan,” ujarnya.</p>
<p>Karena itu, kekhawatiran terhadap masa depan sejatinya tidak hanya berkaitan dengan tekanan ekonomi, tetapi juga menunjukkan adanya krisis tujuan hidup. Tekanan ekonomi yang semakin berat ditambah budaya hedonis yang dinormalisasi dapat semakin memperkuat kondisi tersebut.</p>
<p>Islam, menurut Kak Mumu, telah memberikan jawaban terhadap kekhawatiran tersebut dengan memberikan tujuan hidup dan standar kebahagiaan yang jelas, yakni meraih rida Allah. “Sehingga pemikiran dan pola sikapnya tidak mudah terbawa arus zaman yang menyesatkannya,” sebutnya.</p>
<p>Menurutnya, jangan biarkan hidup seperti air yang mengalir, hidup harus punya tujuan yakni untuk beribadah kepada Allah SWT, sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah SWT surah adz-Dzariyat ayat 55 yang artinya: &#8220;Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk beribadah kepada-Ku.&#8221;</p>
<p>Kak Mumu pun menegaskan, Islam juga memiliki serangkaian aturan sempurna yang mampu mengatasi berbagai persoalan umat manusia, terutama persoalan ekonomi yang mulai dirasakan Gen Z hari ini.</p>
<p>Untuk itu, Kak Mumu mengingatkan para peserta untuk terus mengkaji IsIam, agar kita bisa menyadari dan memahami betapa luar biasanya islam mengatur seluruh sendi-sendi kehidupan kita.</p>
<p>&#8220;Jangan mencukupkan diri dengan sekadar datang kajian bulanan, atau mencukupkan diri sampai di kajian ini saja. Tapi kita harus tetap kontinyu mempelajari Islam secara mendalam dan menyeluruh dengan rutin,” pungkasnya.</p>
<p><em><strong>Widya Utami</strong></em></p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/f_webp,q_auto:low/v1790287643/WhatsApp-Image-2026-09-01-at-10.47.18-2/WhatsApp-Image-2026-09-01-at-10.47.18-2.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Australian Halal Authority and Advisor Raih Penghargaan dari BPJPH dalam Indonesia Halal Awards 2026</title>
		<link>https://kabartoday.co/australian-halal-authority-and-advisor-raih-penghargaan-dari-bpjph-dalam-indonesia-halal-awards-2026/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 22 Sep 2026 03:12:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[Halal]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103738</guid>

					<description><![CDATA[Penghargaan tersebut dinilai bukan sekadar apresiasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga layanan halal.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>JAKARTA</strong> &#8211; Australian Halal Authority and Advisor menerima penghargaan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) dalam ajang Indonesia Halal Awards 2026.</p>
<p>Penghargaan tersebut dinilai bukan sekadar apresiasi, tetapi juga menjadi tanggung jawab untuk terus menjaga layanan halal.</p>
<p>GM Australian Halal Authority and Advisor, Muhamad Isfandiar mengatakan penghargaan yang diterima menjadi dorongan bagi lembaganya untuk mempertahankan komitmen dalam memberikan layanan halal secara berkelanjutan.</p>
<p>“Makna daripada penghargaan ini adalah suatu penghargaan. Tetapi di samping itu ada responsibility,” ujar Isfandiar seusai menerima penghargaan, Ahad (20/9/2026).</p>
<p>Menurut dia, penghargaan tersebut membawa tanggung jawab untuk terus memberikan pelayanan halal kepada masyarakat dunia. Karena itu, upaya menjaga kehalalan harus dilakukan secara konsisten dan tanpa kompromi.</p>
<p>“Bukan saja penghargaan, tapi responsibility supaya kita memberikan servis halal kepada seluruh manusia di permukaan dunia. Ini adalah tanggung jawab,” katanya.</p>
<p>Isfandiar juga mengapresiasi penerapan kewajiban halal di Indonesia. Dia menilai keberadaan BPJPH memiliki peran penting dalam memastikan ketentuan halal dapat diterapkan terhadap produk yang beredar di masyarakat.</p>
<p>“Saya rasa produk-produk yang ada di Indonesia sudah ada wajib halal, apalagi mulai tanggal 18 Oktober ini. Jadi kita percaya dengan adanya BPJPH maka halal, halalan thayyiban, akan terjaga,” ujarnya.</p>
<p>Dia menambahkan, penerapan kewajiban halal perlu berjalan seiring dengan peningkatan kesadaran masyarakat. Menurutnya, konsumen perlu memahami pentingnya memilih produk yang halal dan bersih.</p>
<p>“Semua orang Islam yang mengonsumsi makanan harus tahu bahwasanya ini halalan dan bersih. Dan ini manfaat bagi pengkonsumsi, bukan saja orang Islam tapi semua manusia,” kata Isfandiar</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/f_webp,q_auto:low/v1790046601/IMG-20260922-WA0001/IMG-20260922-WA0001.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang Resmi Ditutup, JIC Dorong Inovasi hingga MTQ 2027</title>
		<link>https://kabartoday.co/pameran-kaligrafi-internasional-di-semarang-resmi-ditutup-jic-dorong-inovasi-hingga-mtq-2027/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 19 Sep 2026 00:57:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Kaligrafi]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103670</guid>

					<description><![CDATA[Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang resmi berakhir pada Jumat, 18 September 2026]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>SEMARANG</strong> &#8211; Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang resmi berakhir pada Jumat, 18 September 2026. Penutupan berlangsung di Citraland Mall Ciputra, Kota Semarang, dan dihadiri oleh Kepala Divisi Umum PPIJ Jakarta Islamic Centre, Prof. Agus Suradika.</p>
<p>Prof. Agus mengapresiasi keberhasilan penyelenggaraan pameran yang mempertemukan karya-karya kaligrafi dengan sentuhan kreativitas dan nuansa lokal tersebut.</p>
<p>Atas nama PPIJ Jakarta Islamic Centre, ia juga menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang atas dukungan dan kerja sama selama penyelenggaraan kegiatan.</p>
<p>“Kami mengapresiasi suksesnya penyelenggaraan Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang. Atas nama PPIJ, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Semarang yang telah bekerja sama dan mendukung kegiatan ini,” ujar Prof. Agus.</p>
<p>Ia berharap semangat pengembangan seni kaligrafi melalui pameran semacam ini dapat terus berlanjut, termasuk dalam rangka menyambut pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) tahun depan di DKI Jakarta.</p>
<p>“Insyaallah, MTQ tahun depan di DKI Jakarta semoga semakin baik. Jakarta Islamic Centre juga terus berupaya agar ajang semacam ini dapat terus berkembang,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, peserta pameran dari Institut Teknologi Bandung (ITB), Dr. Haldani, mendorong agar penyelenggaraan pameran kaligrafi pada tahun berikutnya menghadirkan karya yang lebih beragam.</p>
<p>Menurutnya, pameran dapat menjadi ruang untuk menampilkan bentuk-bentuk kaligrafi yang belum banyak muncul dalam ajang MTQ. Hal tersebut dinilai dapat menjadi bagian dari inovasi dalam pengembangan seni kaligrafi.</p>
<p>“Tahun depan harus lebih variatif. Kaligrafi-kaligrafi yang tidak ada di MTQ bisa kita hadirkan sebagai salah satu bentuk inovasi,” ujar Haldani.</p>
<p>Ia juga mengaku bersyukur dapat berpartisipasi dalam Pameran Kaligrafi Internasional di Semarang. Karya yang dibawanya turut memadukan unsur lokal sebagai bagian dari eksplorasi artistik</p>
<p>“Saya bersyukur bisa ikut andil dalam pameran Kaligrafi Internasional di Semarang. Melalui karya kami yang memadukan nuansa lokal, event kali ini menjadi lebih meriah,” tuturnya.</p>
<p>Berakhirnya pameran di Semarang diharapkan tidak menjadi penutup bagi geliat seni kaligrafi, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan karya yang semakin beragam, inovatif, dan dekat dengan kekayaan budaya lokal pada penyelenggaraan berikutnya.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.askara.co/assets/images/news/2026/09/20260919072655_normal.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
