<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Keracunan &#8211; Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co/tag/keracunan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co</link>
	<description>Tegas dan Lugas</description>
	<lastBuildDate>Fri, 30 Oct 2026 01:57:00 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co/go/wp-content/uploads/2026/08/cropped-logo-32x32.jpg</url>
	<title>Keracunan &#8211; Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Puluhan Warga Karawang Diduga Keracunan Gas Pabrik</title>
		<link>https://kabartoday.co/puluhan-warga-karawang-diduga-keracunan-gas-pabrik/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 30 Oct 2026 01:57:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Megapolitan]]></category>
		<category><![CDATA[Karawang]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=104210</guid>

					<description><![CDATA[44 orang yang dibawa ke rumah sakit diduga akibat mengalami keracunan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co.id"><strong>KARAWANG</strong></a> &#8211; Puluhan warga di dua desa di Kecamatan Ciampel, Kabupaten Karawang, Jawa Barat diduga mengalami keracunan gas dari pabrik caustic soda milik salah satu perusahaan manufaktur kertas dan bahan kimia di Karawang.</p>
<p>Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karawang Asep Suryana di Karawang, Kamis, menyampaikan untuk sementara dilaporkan terdapat 44 orang yang dibawa ke rumah sakit diduga akibat mengalami keracunan.</p>
<p>Ia mengatakan, prioritas pertama dalam menangani peristiwa itu ialah melakukan penanganan warga yang terdampak. Untuk penyebab pastinya masih belum disampaikan lebih jelas, karena masih proses penanganan.</p>
<p>Warga yang diduga mengalami keracunan itu dibawa ke Rumah Sakit Rosela Karawang sejak Kamis siang. Mereka umumnya mengalami sesak nafas, mual, dan batuk-batuk.</p>
<p>Sebanyak 44 warga itu merupakan warga Desa Desa Kutamekar dan Desa Kutanegara, Kecamatan Ciampel, Karawang.</p>
<p>Sementara itu, Kasi Humas Polresta Karawang, Ipda Muh Asim menyampaikan pihak kepolisian terus melakukan pemantauan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menindaklanjuti kejadian tersebut.</p>
<p>Warga yang terdampak telah mendapatkan penanganan di sejumlah fasilitas kesehatan. Pendataan warga terdampak juga masih terus dilakukan oleh pihak terkait.</p>
<p>Ia menyampaikan, warga mulai merasakan gangguan kesehatan seperti pusing, sesak nafas, mual hingga batuk-batuk pada Kamis pagi.</p>
<p>Berdasarkan informasi awal, peristiwa itu dipicu akibat adanya bahan kimia yang ditemukan tersimpan di area luar ruangan. Kemudian pada Rabu (28/10) malam hingga Kamis dini hari turun hujan yang diduga memicu terjadinya reaksi bahan kimia dan air.</p>
<p>Kondisi itu menimbulkan bau menyengat hingga tercium oleh warga yang tinggal tak jauh dari perusahaan. Namun diakuinya itu merupakan informasi awal yang diperoleh. Untuk penyebab pasti kejadian masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan oleh instansi teknis.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/10/29/1229228.jpg.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Setelah Sidoarjo, Giliran 334 Orang Keracunan MBG di Agam</title>
		<link>https://kabartoday.co/setelah-sidoarjo-giliran-334-orang-keracunan-mbg-di-agam/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 02 Sep 2026 22:48:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Keracunan]]></category>
		<category><![CDATA[MBG]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103421</guid>

					<description><![CDATA[Sebanyak 334 orang penerima manfaat makanan MBG di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam Sumatera Barat, mengalami keracunan dan menjalani perawatan medis]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>SUMBAR</strong></a> &#8211; Sebanyak 334 orang penerima manfaat makanan MBG di Kecamatan Palupuh Kabupaten Agam Sumatera Barat, mengalami keracunan dan menjalani perawatan medis.</p>
<p>Camat Palupuh, Nong Rianto Dt Maruhum mengatakan, korban keracunan setelah santap siang MBG, berasal dari tiga nagari yang ada di Kecamatan Palupuh.</p>
<p>&#8220;Korban tidak hanya dari satu daerah, tapi tiga nagari. Nagari yang terdampak di Palupuh, Nagari Nan Limo, Pasia Laweh, dan Koto Rantang. Totalnya (sementara) 334 orang,&#8221; katanya kepada wartawan.</p>
<p>Para penerima manfaat diduga keracunan pada Selasa (1/9) sekira pukul 10.00 WIB. Murid sekolah mengalami gejala demam, pusing, mual, muntah hingga diare dan langsung dilarikan ke Puskesmas Palupuh.</p>
<p>&#8220;Anak-anak ini mengonsumsi MBG pada Senin (31/8) lalu dan tidak ada kendala. Namun pada Selasa (1/9) sekira pukul 10.00 WIB lebih, mulai merasakan gejala keracunan, tapi saya tidak bisa memastikan apakah itu akibat mengonsumsi MBG,&#8221; sebut Jonnedi, Kepala SD Negeri 08 Nan Limo, salah satu lokasi yang murid sekolah mengalami keracunan.</p>
<p>Di sekolah tersebut awalnya ada 21 anak yang merasakan gejala keracunan. Namun, jumlahnya bertambah pada hari ini, menjadi 54 siswa. Hingga kini, para siswa masih berobat di Puskesmas.</p>
<p>&#8220;Kalau yang dirawat tidak ada, cuma berobat saja ke puskesmas. Kalau kemarin ada 21 siswa, hari ini menjadi 54 orang,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sesuai data sementara yang ada di kecamatan, 334 orang yang mengalami keracunan tersebut terdiri dari 274 dari siswa SD se Kecamatan Palupuh dan 19 orang guru SD. Lalu ada 40 siswa dari SMPN 1 Palupuh, dan dua orang guru sekolah tersebut.</p>
<p>Saat ini, seluruh korban terdampak dilarikan ke Puskesmas Palupuh dan rumah sakit di Bukittinggi.</p>
<p>Wakil Bupati Agam, Muhammad Iqbal membenarkan adanya kasus dugaan keracunan MBG tersebut. Menurutnya, saat ini Dinas Kesehatan dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) tengah melakukan pemeriksaan lebih lanjut terkait MBG yang dikonsumsi tersebut.</p>
<p>&#8220;Benar adanya terkait dugaan keracunan, kita menduga setelah mengkonsumsi makanan dari dapur MBG yang ada di Palupuh,&#8221; ucap Iqbal kepada wartawan.</p>
<p>&#8220;Saat ini antara Dinas Kesehatan dan BPOM sudah kordinasi untuk investigasi memastikan penyebabnya,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Wali Nagari Koto Rantang, Novri Agus Parta Wijaya, mengatakan bahwa MBG tersebut berasal dari satu dapur di Palupuh.</p>
<p>Nama dapur tersebut yakni Yayasan Affa Adicitta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pasia Laweh, Kecamatan Palupuh, Kabupaten Agam</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://ugm.ac.id/wp-content/uploads/2025/09/mbg-keracunan-Antara.jpeg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
