<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Muktamar NU Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co/tag/muktamar-nu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co/tag/muktamar-nu/</link>
	<description>Tegas dan Lugas</description>
	<lastBuildDate>Mon, 31 Aug 2026 03:18:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co/go/wp-content/uploads/2026/08/cropped-logo-32x32.jpg</url>
	<title>Muktamar NU Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co/tag/muktamar-nu/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031</title>
		<link>https://kabartoday.co/gus-kikin-pbnu/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Aug 2026 03:09:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Gus Kikin]]></category>
		<category><![CDATA[Muktamar NU]]></category>
		<category><![CDATA[NU]]></category>
		<category><![CDATA[PBNU]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103329</guid>

					<description><![CDATA[<p>KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/gus-kikin-pbnu/">Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>JOMBANG</strong></a> &#8211; KH Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin resmi terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmah 2026-2031 dalam Muktamar ke-35 NU di Pondok <a href="https://kabartoday.co/pesantren-dan-kajian-kitab-fiqh-menjaga-tradisi-merawat-kebangsaan/">Pesantren</a> Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Senin (31/8).</p>
<p>Gus Kikin terpilih melalui mekanisme Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA) setelah sebelumnya mendapat restu tertulis Rais Aam terpilih dan meraih suara tertinggi dari muktamirin, yakni 472 suara, mengungguli empat kandidat lain dalam Sidang Pleno V Muktamar ke-35 NU.</p>
<p>Keputusan terpilihnya Gus Kikin ini diumumkan langsung oleh anggota AHWA, KH Anwar Iskandar, serta kiai sepuh anggota majelis lainnya.</p>
<p>&#8220;Setelah melakukan musyawarah dari lima calon yang diajukan, maka anggota AHWA secara mufakat untuk memilih KH Abdul Hakim atau sehari-hari disebut Gus Kikin menjadi Ketum PBNU masa khidmah 2026-2031,&#8221; kata Kiai Anwar, membacakan keputusan AHWA, di ruang sidang pleno Gedung Serba Guna (GSG) Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, Senin pagi.</p>
<p>Rapat AHWA ini, kata dia dilakukan di Ndalem Kasepuhan secara tertutup pada pukul 06.20 WIB &#8211; 07.00 WIB. Dimulai dengan pembacaan Ummul Quran dan ditutup dengan doa yang dipimpin KH Anwar Manshur.</p>
<p>Kiai Anwar juga menyebut, berita acara penetapan Gus Kikin menjadi Ketua Umum itu kemudian sudah ditandatangani oleh sembilan kiai anggota AHWA.</p>
<p>Para anggota AHWA tersebut adalah KH Nurul Huda Dazuli, TGK KH Nuruzzahri Yahya, KH Baharuddin HS, KH Miftakhul Akhyar yang juga Rais Aam terpilih, kemudian KH Afifuddin Muhajir, KH Anwar Iskandar, KH Anwar Manshur, KH Said Aqil Siradj dan KH Abun Bunyamin.</p>
<p>Sebelumnya, lima nama yang mendapat dukungan terbanyak dan lolos dalam bursa Ketua Umum PBNU adalah Gus Kikin dengan 472 suara, KH Zulfa Mustofa (Kiai Zulfa) 262 suara, KH Abdussalam Sochib (Gus Salam) 261 suara, KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) 258 suara, dan KH Abdul Ghofar Rozin (Gus Rozin) 155 suara.</p>
<p>Gus Kikin lahir 17 Agustus 1958, ia merupakan cicit ulama pendiri Nahdlatul Ulama, Hadratussyekh KH Hasyim Asy&#8217;ari. Ia adalah Pengasuh Pondok Pesantren Tebuireng, Jombang, meneruskan kepemimpinan pamannya, KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah, yang wafat pada 2020.</p>
<p>Dalam struktur organisasi NU, Gus Kikin sebelumnya menjabat Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur periode 2024-2029. Ia juga pernah menjadi salah satu ketua di PBNU.</p>
<p>Sebelum Muktamar ke-35 NU, Gus Kikin yang juga sepupu jauh KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini secara resmi menerima mandat pencalonan sebagai Ketua Umum PBNU dari PWNU Jawa Timur pada Juli 2026.</p>
<p>Gagasan utama yang dibawa Gus Kikin dalam pencalonannya antara lain penguatan kembali Qanun Asasi NU sebagai pedoman dasar organisasi, penguatan adab dan sanad keilmuan, serta pengembangan potensi ekonomi warga NU.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/gus-kikin-pbnu/">Gus Kikin Resmi Pimpin PBNU 2026-2031</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://kabarbaik.co/wp-content/uploads/2026/08/GUS-KIKIN-NU.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pesantren, Kyai, dan Santri: Ruh Muktamar NU ke-35 di Tambakberas</title>
		<link>https://kabartoday.co/pesantren-kyai-dan-santri-ruh-muktamar-nu-ke-35-di-tambakberas/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 11:29:14 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[dan Santri]]></category>
		<category><![CDATA[Kyai]]></category>
		<category><![CDATA[Muktamar NU]]></category>
		<category><![CDATA[Pesantren]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103228</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Murodi al-Batawi</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/pesantren-kyai-dan-santri-ruh-muktamar-nu-ke-35-di-tambakberas/">Pesantren, Kyai, dan Santri: Ruh Muktamar NU ke-35 di Tambakberas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Oleh: Murodi al-Batawi</strong></p>
<p>Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama digelar di Pondok <a href="https://kabartoday.co/pesantren-dan-kajian-kitab-fiqh-menjaga-tradisi-merawat-kebangsaan/">Pesantren</a> Bahrul Ulum Tambakberas, Jombang, pada 27–31 Agustus 2026. Rencananya, yang hadir bukan sekadar ribuan peserta dan pengurus. Mereka yang hadir adalah tiga unsur utama yang selama hampir satu abad menjadi denyut nadi organisasi Islam terbesar di dunia ini: pesantren sebagai institusi, kyai sebagai pemimpin spiritual, dan <a href="https://kabartoday.co/pesantren-dan-kajian-kitab-fiqh-menjaga-tradisi-merawat-kebangsaan/">santri</a> sebagai generasi penerus.</p>
<p>Muktamar ini bukan sekadar forum lima tahunan; ia adalah perayaan akan tiga pilar yang menjaga marwah NU sejak kelahirannya.</p>
<p><strong>Tambakberas: Rumah Sejarah yang Lebih Tua dari NU</strong></p>
<p>Pilihan Tambakberas sebagai tuan rumah bukanlah keputusan administratif biasa. Pesantren ini berdiri sejak 1825—tepat di masa Perang Diponegoro—yang didirikan oleh KH Abdus Salam. Dengan usia yang mendekati dua abad, Tambakberas merupakan pesantren tertua di Jombang. Dari lingkungan pesantren inilah lahir KH Abdul Wahab Hasbullah, salah seorang pendiri NU yang perannya begitu sentral dalam perjalanan organisasi.</p>
<p>Pengasuh Pondok Pesantren Mambaul Ma&#8217;arif Denanyar, KH Abdussalam Shohib, menegaskan bahwa Tambakberas memiliki &#8220;legitimasi sejarah yang kuat&#8221; untuk menjadi lokasi Muktamar. &#8220;Walaupun dari sisi usia pendiri NU yang paling sepuh adalah Mbah Hasyim, tetapi pesantren tertua di Jombang adalah Tambakberas karena usianya sudah mencapai dua abad,&#8221; ujarnya. Bahkan, Tebuireng dan Denanyar—dua pesantren besar lainnya—juga memiliki asal-usul dari Tambakberas.</p>
<p>Pulang ke Tambakberas berarti pulang ke akar, seperti yang diingatkan oleh Ketua Umum PBNU KH Yahya Cholil Staquf: “Panjenengan semua ini mewakili Kyai Abdul Wahab Chasbullah sebagai tuan rumah dari Muktamar ini&#8221;. Muktamar ke-35 menjadi muktamar pertama di abad kedua NU, dan Tambakberas menjadi &#8220;rumah bersama&#8221; yang mengingatkan organisasi pada tradisi musyawarah, kemaslahatan, dan persaudaraan yang diwariskan para pendiri.</p>
<p><strong>Kyai dan Adab Santri: Menjaga Marwah di Tengah Dinamika</strong></p>
<p>Muktamar di Tambakberas juga menjadi momentum bagi para kyai dan santri untuk menunjukkan identitas mereka. MWCNU Pancoran Mas menyerukan agar seluruh elemen Nahdliyin &#8220;mengedepankan etika dan adab santri, menghormati para kyai sepuh, serta menjauhi praktik transaksional yang berpotensi merusak keutuhan warga Nahdlatul Ulama&#8221;. “Adab santri kepada kyai tidak boleh dilepas selama perhelatan Muktamar NU di Jombang, jaga marwah kyai sepuh, dan jangan ada politik transaksional yang merusak pondasi jam&#8217;iyah di tingkat akar rumput,&#8221;tegas Muhammad Maulana, Ketua Tanfidziyah MWCNU Pancoran Mas.</p>
<p>Puluhan kyai dan pengasuh pesantren dari berbagai daerah juga menggelar Halaqoh Alim Ulama di Sidoarjo menjelang Muktamar, menegaskan lima poin penting: penegasan NU sebagai organisasi sosial keagamaan, penguatan peran NU sebagai pelindung umat dan gerakan jam&#8217;iyyah, penempatan pesantren sebagai pusat tradisi keilmuan dan kaderisasi ulama, kepemimpinan berbasis spiritualitas dan jamaah, serta penerapan kaidah dar&#8217;ul mafasid muqaddamun &#8216;ala jalbil mashalih—mencegah kerusakan lebih dahulu daripada menarik kemaslahatan .</p>
<p><strong>Santri di Era Digital: Inovasi Tanpa Kehilangan Tradisi</strong></p>
<p>Muktamar ke-35 juga menjadi bukti bahwa pesantren dan santri mampu beradaptasi dengan zaman. Untuk pertama kalinya, Muktamar NU menggunakan teknologi kecerdasan buatan (AI) dalam pelayanan peserta. Kartu identitas berbasis chip digunakan untuk akses keamanan, dan layanan AI memungkinkan peserta mencari lokasi kamar atau melaporkan barang hilang hanya melalui WhatsApp. Tim IT Muktamar menyebut ini sebagai &#8220;Muktamar pertama kita di abad kedua NU&#8221; .</p>
<p>Namun, inovasi teknologi tidak pernah dimaksudkan untuk menggantikan nilai-nilai fundamental. Justru, spirit yang dibawa dari Tambakberas adalah cara pesantren mengelola perbedaan: dengan adab, musyawarah, dan kepentingan bersama. Muktamar harus menunjukkan bahwa perbedaan dalam organisasi dapat berjalan tanpa merusak persaudaraan—sebuah pelajaran yang ditinggalkan oleh KH Abdul Wahab Chasbullah ketika ia menggalang solidaritas ulama di masa depan.</p>
<p><strong>Ruh Pesantren untuk Abad Kedua NU</strong></p>
<p>Di tengah persiapan yang telah mencapai 100 persen dan ribuan peserta yang berdatangan dari Sabang sampai Merauke , yang terpenting adalah bagaimana tiga pilar NU—pesantren, kyai, dan santri—menjaga ruh perjuangan yang diwariskan para pendiri. Muktamar ke-35 di Tambakberas adalah bukti bahwa tradisi dan inovasi, adab dan teknologi, musyawarah dan kepemimpinan dapat berjalan beriringan. Dari pesantren, dari tanah Jombang, terus lahir kepemimpinan dan kebijakan yang membawa rahmat bagi seluruh alam.</p>
<p>Demikian dan terima kasih. Semoga bermanfaat. (odie)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/pesantren-kyai-dan-santri-ruh-muktamar-nu-ke-35-di-tambakberas/">Pesantren, Kyai, dan Santri: Ruh Muktamar NU ke-35 di Tambakberas</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.rmoljatim.id/uploads/images/2026/08/image_750x_6a858cd2e3814.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
