BANTEN – Kepolisian Daerah (Polda) Banten melatih peran negosiator hingga pengendalian massa (Dalmas) dalam simulasi untuk meningkatkan kesiapan personel menghadapi eskalasi saat masyarakat menyampaikan aspirasi.
Wakapolda Banten Brigjen Pol Iwan Saktiadi di Serang, Selasa, mengatakan simulasi yang digelar di Lapangan Apel Polda Banten tersebut memperagakan tahapan eskalasi mulai dari kondisi kondusif, provokasi hingga pelemparan terhadap petugas.
“Dalam simulasi ini diperagakan tahapan eskalasi situasi, mulai dari kondisi kondusif, provokasi, dan pelemparan terhadap petugas,” katanya.
Menurut Iwan, setiap personel harus memahami tahapan pelayanan terhadap masyarakat yang menyampaikan aspirasi, termasuk mengedepankan negosiasi sebelum memasuki tahapan Dalmas awal.
“Negosiator menjadi bagian penting sebelum masuk ke Dalmas awal. Semua tahapan harus dipahami dan dilaksanakan sesuai prosedur, sehingga ketika menghadapi eskalasi sebenarnya, personel sudah siap,” katanya.
Ia menjelaskan latihan tersebut merupakan bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan keterampilan personel dalam menghadapi berbagai kemungkinan situasi di lapangan.
Simulasi diikuti personel Direktorat Samapta Polda Banten serta disaksikan sejumlah pejabat utama Polda Banten.
Iwan mengatakan latihan diperlukan agar personel tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya ketika menghadapi situasi sebenarnya.
“Saya mengucapkan terima kasih atas apa yang kalian tunjukkan di hadapan kita, latihan merupakan bagian penting dalam membentuk kesiapan personel sebelum menghadapi situasi sebenarnya di lapangan,” katanya.
Polda Banten berharap latihan tersebut meningkatkan kemampuan personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat yang menyampaikan aspirasi sesuai dengan tahapan dan prosedur yang berlaku.

