TURKI – Pemerintah Turki pada Senin menilai serangan Israel di Jalur Gaza telah menghambat berbagai inisiatif diplomatik yang bertujuan mewujudkan gencatan senjata dan perdamaian di wilayah Palestina tersebut.
Juru Bicara Kepresidenan Turki, Burhanettin Duran, mengatakan serangan yang menyasar warga sipil dan fasilitas kesehatan telah merusak harapan bagi tercapainya solusi damai.
“Dalam periode ketika inisiatif diplomatik yang bertujuan mencapai gencatan senjata dan perdamaian abadi di Gaza mulai memunculkan harapan, serangan terbaru Israel yang menargetkan warga sipil dan infrastruktur kesehatan secara sengaja menyabotase setiap upaya menuju perdamaian,” tulis Duran di media sosial X.
Duran mengatakan serangan terhadap warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak, menunjukkan bahwa Israel di bawah Benjamin Netanyahu lebih memilih memperburuk situasi ketimbang mencari penyelesaian damai.
Menurut dia, masyarakat internasional perlu mengambil langkah yang lebih tegas dan efektif untuk menghentikan kebijakan yang dinilai mengancam stabilitas kawasan. Pernyataan tersebut disampaikan ketika upaya diplomatik untuk mengakhiri konflik di Gaza terus berlangsung.
Sebelumnya pada Minggu (2/8), militer Israel menyatakan telah menewaskan tiga pejuang Palestina di Jalur Gaza yang dituduh merencanakan serangan terhadap pasukan Israel.
Sementara itu, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Kamis (30/7) mengatakan bahwa “Dewan Perdamaian” bentukan pemerintahannya telah menyetujui sebuah kesepakatan yang mencakup pelucutan senjata kelompok Hamas dan kelompok bersenjata lainnya di Jalur Gaza.
Pada 14 Januari, Washington mengumumkan dimulainya tahap kedua rencana perdamaian 20 poin yang diusulkan Trump untuk Gaza.
Rencana tersebut mencakup pengiriman sedikitnya 600 truk bantuan kemanusiaan setiap hari, pembangunan kembali infrastruktur di Gaza, serta pembentukan komite teknokrat Palestina yang akan beroperasi di bawah pengawasan Dewan Perdamaian.









