Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Example 728x250
Otomotif

Honda e-Clutch NX500, Moge Touring Buat yang Tak Biasa Kopling

6
×

Honda e-Clutch NX500, Moge Touring Buat yang Tak Biasa Kopling

Sebarkan artikel ini
Honda e-Clutch NX500, Moge Touring Buat yang Tak Biasa Kopling

E-Clutch NX500 mengotomatisasi pengoperasian kopling saat motor mulai berjalan, berpindah gigi, maupun berhenti

JAKARTA – PT Astra Honda Motor (AHM) menyematkan teknologi E-Clutch pada NX500, motor gede adventure touring terbarunya, dengan alasan membuka pintu bagi konsumen yang belum terbiasa mengoperasikan kopling.

Example 300x600

Perusahaan menilai selama ini ada dua karakter konsumen yang sulit dipertemukan dalam satu produk.

“Ada pengendara yang masih pemula, mungkin belum terbiasa dengan kopling, kemudian ada juga pengendara yang suka menggunakan kopling,” kata Ade Muhajir dari Tim Technical Service AHM, di Tangerang, Selasa (4/8).

Menurut dia, teknologi lain yang selama ini tersedia belum mampu mengakomodasi keduanya sekaligus.

“Teknologi quick shifter, itu tidak bisa menjembatani antara pemula yang mungkin belum terbiasa menggunakan kopling dengan pengguna advanced yang terbiasa menggunakan kopling,” ujarnya.

E-Clutch mengotomatisasi pengoperasian kopling saat motor mulai berjalan, berpindah gigi, maupun berhenti. Sistem kontrol elektronik mengatur kerja kopling sehingga pengendara tidak perlu menarik tuas seperti pada motor bertransmisi manual biasa.

Materi teknis AHM menjelaskan sistem ini bekerja lewat sensor sudut pada tuas kopling di sisi setang yang mengirim sinyal ke motor control unit (MCU). Unit tersebut menggerakkan dua motor listrik pada poros tuas kopling, lalu berkomunikasi dengan ECU pengendali mesin melalui jaringan CAN.

ECU membaca sejumlah masukan sebelum menentukan kapan kopling dilepas, mulai dari putaran mesin, sudut throttle, beban pada pedal perpindahan gigi, posisi gigi, kecepatan roda depan dan belakang, hingga putaran countershaft. Status kerja kopling ditampilkan pada panel meter.

Meski begitu, tuas kopling tetap berfungsi. Pengendara bisa menariknya kapan saja, termasuk ketika kopling sedang dikontrol secara elektronik, dan sistem otomatis kembali bekerja begitu tuas dilepas.

Fleksibilitas itu yang menurut Ade menjadi kunci agar satu model bisa menyasar dua kelompok pembeli sekaligus.

“Nah bagaimana dalam satu produk, kami bisa memberikan suatu bridging antara pengendara pemula atau amatir yang tidak bisa menggunakan kopling dan juga dapat dikendarai pengendara yang biasa kopling, tapi di satu produk yang sama,” ucapnya.

Ia menambahkan konsumen yang terbiasa memainkan kopling selama ini cenderung diarahkan ke segmen tertentu saja.

Example 120x600