BOGOR – Menabung mungkin terdengar sederhana bagi orang dewasa, tetapi bagi anak-anak, kebiasaan tersebut dapat menjadi langkah awal untuk belajar merencanakan masa depan. Semangat itulah yang diangkat Laznas ASAR Humanity melalui kolaborasi bersama Pegadaian dan Dairyland dalam kegiatan Belajar, Menabung, Raih Cita-Cita pada Minggu, 13 September 2026.
Sebanyak 500 anak yatim dan dhuafa diajak mengikuti rangkaian wisata edukasi di Dairyland Farm Theme Park Puncak. Selain menikmati suasana rekreasi, anak-anak kelas 1–6 SD mendapatkan pengalaman belajar mengenai literasi keuangan dengan cara yang ringan, interaktif, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
Melalui sesi edukasi bersama Pegadaian, anak-anak diperkenalkan pada konsep dasar mengenai uang, pentingnya menabung, serta perbedaan antara kebutuhan dan keinginan. Anak-anak juga dikenalkan secara sederhana pada emas sebagai salah satu aset yang memiliki nilai.
Alih-alih menghadirkan pembelajaran dalam suasana kelas formal, materi dikemas melalui storytelling, permainan, tanya jawab, dan aktivitas menuliskan cita-cita. Pendekatan tersebut membuat anak-anak tidak hanya menerima materi, tetapi juga aktif terlibat dalam proses pembelajaran.
Perwakilan Divisi ESG Kantor Pusat Pegadaian, Heni, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen Pegadaian melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), khususnya dalam menghadirkan edukasi yang mencakup aspek sosial dan lingkungan.
“Kami ingin memberikan pengalaman kepada teman-teman untuk belajar mengenal alam, mengenal hewan-hewan, dan mendapatkan berbagai pengetahuan lainnya. Jadi, hari ini bukan hanya tentang bermain, tetapi juga ada pembelajaran yang bisa didapatkan,” ujar Heni.
Tak berhenti pada literasi keuangan, kegiatan ini juga mengajak anak-anak belajar melalui pengalaman langsung di Dairyland Farm Theme Park Puncak. Mereka diperkenalkan pada dunia peternakan, berbagai jenis hewan, manfaat susu dan nutrisi, serta pentingnya menjaga pola hidup sehat.
Perwakilan Dairyland, Vivi, mengatakan kolaborasi tersebut menjadi kesempatan bagi anak-anak untuk mendapatkan pengalaman yang berbeda dari keseharian mereka.
“Dairyland merupakan destinasi wisata dengan komponen edukasi yang kuat. Melalui kolaborasi ini, kami ingin anak-anak mendapatkan pengalaman yang berbeda dibandingkan dengan kegiatan mereka sehari-hari. Mereka bisa berinteraksi langsung dengan hewan sekaligus mendapatkan edukasi literasi dari Pegadaian,” tutur Vivi.
Menurutnya, pengalaman langsung tersebut diharapkan dapat menjadi kenangan positif bagi anak-anak setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan.
“Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini, anak-anak dapat pulang dengan membawa kenangan baru yang berkesan,” lanjut Vivi.
Junior Officer Divisi ESG Pegadaian, Pingkan Podung, yang menjadi narasumber dalam sesi literasi keuangan, mengapresiasi kolaborasi tersebut serta antusiasme peserta selama mengikuti kegiatan. Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Laznas ASAR Humanity yang telah mengakomodasi anak-anak beserta para pendamping untuk mengikuti kegiatan tersebut.
“Kami bersyukur dan berterima kasih kepada ASAR Humanity yang sudah mengakomodasi adik-adik bersama para pendamping. Ini menjadi salah satu kegiatan dengan jumlah peserta terbanyak yang kami temui. Mereka juga sangat interaktif selama sesi literasi berlangsung,” ujar Pingkan.
Selain mendapatkan materi literasi keuangan, anak-anak juga diajak menikmati berbagai aktivitas edukatif di area Dairyland Farm Theme Park Puncak. Proses belajar tidak hanya berlangsung melalui penyampaian materi, tetapi juga melalui interaksi langsung dengan lingkungan dan beragam aktivitas kreatif.
Konsep belajar langsung dari alam menjadi salah satu pengalaman yang dirasakan para peserta. Anak-anak dapat mengenal hewan secara langsung, melihat proses pemerahan susu sapi, hingga mengikuti aktivitas kreatif seperti membuat kerajinan bunga origami.
Bagi anak-anak, rangkaian aktivitas tersebut menghadirkan kesan tersendiri. Zibran, 8 tahun, mengaku senang dapat melihat berbagai hewan dan mencoba memerah susu sapi.
“Tadi lihat-lihat hewan dan memerah susu sapi. Senang banget, gembira. Semoga bisa ke sini lagi sama keluarga,” kata Zibran.
Kesan serupa disampaikan Rangga, 15 tahun. Selain melihat hewan dan mencoba memerah susu sapi, ia juga menikmati pertunjukan sulap yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.
“Tadi lihat-lihat hewan, terus ada pertunjukan sulap dan memerah susu sapi. Walaupun capek, tapi senang. Mau ke sini lagi sama keluarga,” ujar Rangga.
Sementara itu, Yas Ali, 6 tahun, paling menikmati pengalaman saat memerah susu sapi. Ia juga antusias ketika melihat sejumlah hewan seperti ular, buaya, dan domba.
“Tadi memerah susu sapi, lihat ular sama buaya, lihat domba juga. Yang paling senang pas memerah susu sapi,” tuturnya.
Kolaborasi Laznas ASAR Humanity, Pegadaian, dan Dairyland ini membawa pesan bahwa mempersiapkan masa depan anak dapat dimulai dari hal-hal sederhana. Kebiasaan belajar, menabung, menjaga kesehatan, mengenal lingkungan, dan berani memiliki cita-cita merupakan bekal yang dapat ditanamkan sejak dini.
Melalui Belajar, Menabung, Raih Cita-Cita, Laznas ASAR Humanity tidak hanya ingin menghadirkan momen kebersamaan bagi anak-anak yatim dan dhuafa, tetapi juga memberikan pengalaman yang dapat meninggalkan pengetahuan dan nilai positif. Sementara itu, keterlibatan Pegadaian dan Dairyland menjadi bagian dari kolaborasi lintas sektor dalam menghadirkan edukasi yang relevan sekaligus menyenangkan bagi anak-anak.
Sebanyak 500 anak yatim dan dhuafa menjadi penerima manfaat dalam kegiatan ini. Pelaksanaan kegiatan turut didukung oleh para pendamping, relawan, tim medis, tim dokumentasi, dan panitia untuk memastikan seluruh rangkaian aktivitas berjalan dengan baik.
Pada akhirnya, cita-cita besar tidak selalu dimulai dari langkah yang besar. Bagi anak-anak, semuanya dapat dimulai dari satu buku yang dibaca, satu pengetahuan baru yang dipelajari, atau satu kebiasaan kecil untuk menyisihkan uang dan menabung.
Melalui Belajar, Menabung, Raih Cita-Cita, Laznas ASAR Humanity bersama Pegadaian dan Dairyland ingin menanamkan pesan sederhana: masa depan dapat dipersiapkan sejak hari ini, dan setiap anak berhak memiliki kesempatan untuk belajar, bermimpi, dan tumbuh meraih cita-citanya.
