Scroll untuk baca artikel
Nasional

Fauzi Bowo Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Betawi, Pramono Anung: Ini Salah Satu Janji Saya

93
×

Fauzi Bowo Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Betawi, Pramono Anung: Ini Salah Satu Janji Saya

Sebarkan artikel ini
Fauzi Bowo Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Betawi, Pramono Anung: Ini Salah Satu Janji Saya

JAKARTA – Mantan Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dalam acara pengukuhan pengurus di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8/2026).

Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Betawi menyusul terbentuknya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi yang diharapkan menjadi wadah bersama bagi berbagai elemen masyarakat Betawi.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sambutannya mengatakan, terbentuknya lembaga tersebut merupakan salah satu janji yang pernah disampaikannya kepada masyarakat Betawi.

“Saya adalah orang yang paling bahagia karena ini termasuk salah satu janji saya,” ujar Pramono.

Pramono menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai hal baik yang telah dirintis gubernur-gubernur sebelumnya. Dalam konteks kebudayaan Betawi, ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Bang Foke.

Menurut Pramono, Fauzi Bowo selama ini konsisten mengingatkan dirinya mengenai pentingnya kebudayaan Betawi.

“Beliau tidak pernah minta apa-apa. Beliau setiap ketemu saya selalu bicara tentang kebetawian,” katanya.

Pramono mengakui proses menyatukan berbagai elemen masyarakat Betawi bukan perkara mudah. Ia menyebut telah berkali-kali berdiskusi dengan Fauzi Bowo untuk mencari jalan terbaik dalam menyatukan masyarakat Betawi.

“Lebih dari 10-15 kali kita ketemu, maju mundur, maju mundur. Untung saja saya sabar banget,” ujar Pramono.

Menurut Pramono, karakter masyarakat Betawi yang egaliter merupakan salah satu ciri khas yang harus dipahami dalam membangun persatuan. Karena itu, ia berharap Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat Betawi.

“Dengan lembaga adat dan kebudayaan Betawi ini terbentuk, saya betul-betul berharap bahwa lembaga adat dan kebudayaan Betawi ini bisa menaungi semuanya,” katanya.

Sementara itu, Fauzi Bowo menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Ia menyebut pembentukan lembaga tersebut sebagai peristiwa bersejarah bagi masyarakat Betawi.

Fauzi mengatakan perjalanan organisasi masyarakat Betawi telah melalui dinamika panjang sejak berdirinya Bamus Betawi pada 1982.

Banyaknya organisasi Betawi, kata dia, merupakan cerminan tingginya antusiasme masyarakat untuk memajukan kaum Betawi. Namun, banyaknya organisasi tidak otomatis menjamin perjuangan menjadi lebih efektif.

“Kuantitas yang banyak tidak otomatis menjamin cara efektif untuk memajukan suatu kaum.”

Fauzi berharap Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dapat menjadi wadah yang menaungi seluruh elemen masyarakat Betawi sekaligus menjadi mitra sejajar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Ia menyebut pembentukan lembaga tersebut merupakan hasil mufakat dalam Kongres Luar Biasa Majelis Kaum Betawi dan menggunakan nomenklatur yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.

Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses terbentuknya lembaga tersebut.

Di akhir sambutannya, Fauzi mengajak seluruh keluarga besar Betawi untuk mengedepankan persatuan dan bekerja bersama demi kemajuan masyarakat Betawi.

“Kita kerja keras, kerja bareng, dan kerja ikhlas buat kemajuan kaum Betawi.”

Siapkan 500 Ondel-ondel untuk 500 Tahun Jakarta

Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengungkapkan sejumlah rencana Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat identitas dan kebudayaan Betawi menjelang 500 tahun Jakarta pada 2027.

Pemprov DKI, kata Pramono, tengah menyiapkan buku tentang Betawi. Selain itu, Pemprov DKI berencana menghadirkan 500 ondel-ondel yang dirancang oleh 50 desainer sebagai bagian dari kado untuk Jakarta.

Pramono mengatakan lokasi pertunjukan 500 ondel-ondel tersebut masih dalam pembahasan, antara lain kawasan pantai, Maramis, atau Bundaran HI.

Ia menegaskan ondel-ondel sebagai salah satu ikon budaya Betawi harus dihormati dan tidak digunakan secara tidak semestinya.

“Saya keberatan kalau ondel-ondel digunakan untuk ngamen,” tegasnya.

Pramono juga mengatakan penguatan identitas Betawi telah dilakukan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, antara lain melalui penggunaan pakaian adat Betawi dalam kegiatan resmi serta penyajian dan pengembangan kuliner khas Betawi.

Susunan Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi

Dalam acara tersebut turut dikukuhkan susunan Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.

Ketua Dewan Adat:
Datuk Mu’alim Ahlul Adat Dr. Ing. Haji Fauzi Bowo

Wakil Ketua:
H. Zainuddin
K.H. Lutfi Hakim
H. Riano P. Ahmad

Anggota:
H. Ma’mun Amien
Mayjen TNI (Purn) H. Nachrowie Ramli
K.H. Mahfud Asirun An-Nadwi
K.H. Muhyiddin Ishak
Sylviana Murni
Abdul Ghoni
H. Marghani Muctar
Ida Warasuprida
Deddy Sukur
Agus Suaradika
Biem Benyamin
Dailami Firdaus
Marullah Matali
Beky Mardani
Munir Arsyad
Suud Aliudin
Lukman Hakim
Muhammad Ihsan
Ahmad Zaki Iskandar
Husni Hasanuddin
Rani Mauliani
Kotrunada Satiri Ahmad
Ima Mahdiah

Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepengurusan Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Lembaga ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi tokoh adat, budayawan, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk menjaga, mengembangkan, serta memperkuat adat dan kebudayaan Betawi sebagai bagian penting dari identitas Jakarta. []