Scroll untuk baca artikel
Nasional

‎Ketua PD RIPA Papua Pegunungan Hadiri Pertemuan DPRP Bahas Pelaksanaan Program MBG ‎

146
×

‎Ketua PD RIPA Papua Pegunungan Hadiri Pertemuan DPRP Bahas Pelaksanaan Program MBG ‎

Sebarkan artikel ini

‎Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program MBG

‎Ketua PD RIPA Papua Pegunungan Hadiri Pertemuan DPRP Bahas Pelaksanaan Program MBG ‎

WAMENA – Ketua PD RIPA Provinsi Papua Pegunungan, Rida Ratna Kogoya, S.IP., menghadiri pertemuan bersama anggota Dewan Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) Provinsi Papua Pegunungan di kantor DPRP, Selasa (22/9/2026).

‎Pertemuan tersebut membahas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Papua Pegunungan, termasuk perkembangan operasional serta berbagai masukan terkait pelaksanaan program di daerah.

‎Rida Ratna Kogoya hadir bersama pihak yayasan, mitra pelaksana, serta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memenuhi undangan Komisi V DPRP Provinsi Papua Pegunungan yang membidangi sektor pendidikan dan kesehatan.

‎Dalam keterangannya, Rida mengatakan program MBG merupakan program yang penting bagi pemenuhan kebutuhan gizi sekaligus mendukung masa depan anak-anak di Papua Pegunungan.

‎«“Kami dari pihak yayasan, mitra, dan bersama pihak BGN hadir memenuhi undangan Komisi V untuk membicarakan terkait berjalannya program Makan Bergizi Gratis di Provinsi Papua Pegunungan,” ujar Rida.»

‎Sebagai Ketua Asosiasi Mitra Provinsi Papua Pegunungan, Rida juga menyampaikan pentingnya ruang dialog antara para mitra pelaksana dengan DPRP, terutama untuk mendengarkan berbagai aspirasi dan masukan masyarakat terkait pelaksanaan MBG.

‎Ia juga menyinggung adanya aksi penolakan terhadap program MBG yang sebelumnya terjadi di lingkungan kantor DPRP Provinsi Papua Pegunungan. Menurutnya, berbagai pandangan yang muncul perlu dibicarakan secara terbuka melalui ruang dialog agar pelaksanaan program dapat berjalan dengan baik.

‎“Kami ingin mendengarkan pendapat dan bersama-sama dengan bapak dan ibu anggota DPR yang ada di Provinsi Papua Pegunungan terkait dengan penolakan yang terjadi. Program ini penting, tetapi semua masukan perlu kita dengarkan dan dibicarakan bersama,” katanya.

‎Rida menyampaikan apresiasi kepada pimpinan dan anggota DPRP, khususnya Komisi V, yang telah memfasilitasi pertemuan tersebut. Ia menilai ruang dialog penting untuk membahas pelaksanaan MBG demi kepentingan anak-anak di Papua Pegunungan.

‎Ia juga berharap ke depan semakin banyak putra-putri asli Papua Pegunungan yang dapat terlibat dalam pengelolaan dapur MBG sebagai bagian dari pemberdayaan sumber daya manusia dan keterlibatan masyarakat lokal.

‎“Ke depan mudah-mudahan semua anak putra-putri daerah asli Papua Pegunungan bisa bersama-sama mengelola dapur ini. Itu yang saya harapkan sebagai keterwakilan dari Asosiasi Mitra Provinsi Papua Pegunungan,” ungkapnya.

‎Rida menjelaskan bahwa pihaknya masih menunggu hasil pembahasan serta undangan pertemuan berikutnya dari pimpinan maupun anggota DPRP. Untuk sementara, belum terdapat keputusan terkait pelaksanaan operasional MBG di wilayah Dewi Jaya.

‎“Kami akan tetap menunggu panggilan atau undangan berikutnya dari bapak dan ibu anggota DPRP atau pimpinan. Untuk sementara belum ada keputusan untuk menjalankan operasional di Dewi Jaya,” jelasnya.

‎Ia berharap proses komunikasi dan koordinasi antara DPRP, BGN, yayasan, serta para mitra pelaksana dapat terus dilakukan sehingga pelaksanaan program MBG di Papua Pegunungan dapat berjalan sesuai kebutuhan dan kondisi masyarakat setempat.

‎Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun komunikasi antara pemangku kepentingan dalam pelaksanaan program MBG, khususnya dalam mendukung kebutuhan gizi dan masa depan anak-anak di Provinsi Papua Pegunungan.