PATI – Polisi berhasil mengevakuasi jenazah nelayan bernama Haryanto (46) di Pantai Dukuh Widengan, Desa Margomulyo, Kecamatan Tayu, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, setelah sebelumnya dinyatakan hilang empat hari lalu usai mengalami kecelakaan laut.
“Korban ditemukan pada Sabtu (19/9) sekitar pukul 19.00 WIB, setelah ada nelayan yang mencari kepiting di sekitar Pantai Dukuh Widengan. Korban sendiri mengalami kecelakaan laut pada Rabu (16/9) saat melaut bersama Moin yang lebih dahulu ditemukan meninggal dunia,” kata Kapolresta Pati melalui Kapolsek Tayu, AKP Aris Pristianto, di Pati pada Minggu.
Setelah mengetahui ada jasad korban di laut, kata dia, saksi kemudian memberitahukan temuan tersebut kepada warga dan pemerintah Desa Margomulyo, serta Desa Sambiroto.
Korban bernama Haryanto adalah warga Desa Sambiroto, Kecamatan Tayu, Pati, yang sebelumnya dilaporkan hilang sejak Rabu (16/9).
Polisi bersama warga dan relawan melakukan evakuasi terhadap jenazah sekitar pukul 21.00 WIB melalui jalur laut menggunakan perahu nelayan.
Setelah berhasil dievakuasi, jenazah dibawa untuk diperiksa oleh dokter Puskesmas Tayu. Dari pemeriksaan tersebut tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan maupun penganiayaan pada tubuh korban.
“Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau penganiayaan. Korban diduga meninggal karena tenggelam,” ujarnya.
Berdasarkan hasil pemeriksaan, jenazah diperkirakan telah meninggal sekitar empat hari. Temuan tersebut kemudian dikoordinasikan dengan pihak keluarga dan pemerintah desa untuk proses penanganan selanjutnya.
Polisi juga melakukan olah tempat kejadian perkara, mencatat keterangan saksi serta membantu proses evakuasi jenazah menuju rumah duka.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut dan membuat surat pernyataan yang juga ditandatangani Kepala Desa Sambiroto.
Dengan adanya persetujuan pihak keluarga tersebut, jenazah selanjutnya diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan. Polisi memastikan seluruh proses penanganan berlangsung dengan aman dan tertib.
Sebelumnya, Haryanto dilaporkan hilang setelah dirinya berusaha menolong Moin yang terjatuh ke laut karena kakinya tersangkut jaring saat menangkap ikan di perairan Pecangaan. Keduanya kemudian terbawa arus dan tenggelam.
Moin ditemukan lebih dahulu dalam kondisi meninggal dunia, sedangkan Haryanto baru ditemukan empat hari kemudian di pesisir Tayu.


