JAWA TENGAH – Kepolisian Daerah Jawa Tengah menyiapkan pengamanan berbagai kegiatan memperingati Hari Tani Nasional pada 24 September 2026 yang digelar di sejumlah wilayah provinsi tersebut.
Kabid Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Yuliyanto di Semarang, Rabu, mengatakan kepolisian telah memperoleh informasi mengenai sejumlah kegiatan yang akan digelar dalam rangka Hari Tani Nasional.
Kegiatan yang terdata antara lain berlangsung di Kota Semarang, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Cilacap, Kota Salatiga, dan Kabupaten Kendal dengan bentuk kegiatan mulai penyampaian aspirasi, audiensi, diskusi publik hingga doa bersama.
Menurut Yuliyanto, penyampaian informasi mengenai agenda tersebut merupakan bagian dari pelayanan kepada masyarakat agar warga dapat menyesuaikan aktivitas, terutama di sekitar lokasi kegiatan maupun jalur yang berpotensi mengalami kepadatan lalu lintas.
Di Kota Semarang, rangkaian kegiatan dipusatkan di depan Kantor Gubernur Jawa Tengah dengan agenda puncak pada Kamis (24/9).
Peserta direncanakan berasal dari sejumlah wilayah Karesidenan Pati, yakni Pati, Jepara, Rembang, Blora, Kudus, dan Grobogan. Sejumlah elemen di Kota Semarang juga direncanakan bergabung.
Sementara di Kabupaten Cilacap direncanakan penyampaian aspirasi dengan sasaran Kantor Bupati atau DPRD Kabupaten Cilacap.
Di Kota Salatiga dijadwalkan diskusi publik mengenai reforma agraria pada Kamis (24/9), sedangkan di Kabupaten Kendal terdapat kegiatan “Aksi Jogo Bumi Hari Tani” dalam bentuk doa bersama di Desa Pesaren, Kecamatan Sukorejo.
Adapun di Kabupaten Karanganyar, kegiatan berupa audiensi dengan DPRD setempat dijadwalkan berlangsung pada Jumat (25/9).
“Hari Tani sebagai momentum bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi dan gagasan terkait pertanian, agraria maupun lingkungan. Penyampaian pendapat merupakan hak masyarakat yang dijamin oleh undang-undang,” kata Yuliyanto.
Ia mengatakan Polda Jawa Tengah bersama jajaran kewilayahan siap memberikan pelayanan dan terus berkomunikasi dengan penyelenggara agar seluruh kegiatan berlangsung tertib dan kondusif.
Kepolisian juga mengingatkan peserta kegiatan untuk mematuhi ketentuan dalam menyampaikan aspirasi serta menghormati hak masyarakat lainnya.
Masyarakat yang beraktivitas di sekitar lokasi kegiatan diimbau tetap tenang dan mengikuti arahan petugas, terutama apabila terjadi pengaturan maupun pengalihan arus lalu lintas.

