PADANG LAWAS UTARA –
Pembangunan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Desa Gunung Tua Batang Onang, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, memicu keberatan sejumlah keturunan Sutan Nasinok Harahap karena lokasi pembangunan disebut berada di kompleks pemakaman tokoh tersebut.
Keberatan mencuat setelah pembangunan memasuki tahap penggalian pondasi. Perwakilan keturunan Sutan Nasinok Harahap, Friska E.K. Harahap, meminta pembangunan dihentikan dan menegaskan keluarga tidak mempersoalkan program koperasi, tetapi keberatan terhadap lokasi yang digunakan.
“Kami bukan menolak pembangunan Koperasi Merah Putih, tetapi menolak lokasinya,” kata Friska sesuai keterangan yang diterima, Senin (28/9).
Ia mengatakan pihak keluarga sebelumnya telah menempuh upaya mediasi dengan kepala desa, pengurus koperasi, Babinsa hingga pihak kecamatan, namun belum memperoleh penyelesaian. Menurut dia, kawasan tersebut memiliki nilai sejarah dan pernah menjadi objek penelitian arkeologi.
Persoalan itu kemudian dilaporkan sejumlah perwakilan keturunan Sutan Nasinok Harahap ke Polres Padang Lawas Utara. Dalam pengaduan tersebut, pelapor mempersoalkan pembangunan koperasi di atas lahan yang mereka sebut sebagai kompleks makam, termasuk dugaan kerusakan makam, penyerobotan lahan, serta dugaan pemalsuan tanda tangan dalam dokumen hibah.
Dugaan tersebut merupakan materi pengaduan pelapor dan masih memerlukan pembuktian melalui proses hukum.
Sementara itu, pembangunan koperasi memiliki dasar Surat Pernyataan Hibah tertanggal 31 Agustus 2026. Dalam dokumen tersebut disebutkan keturunan Alm. Sutan Nasinok Harahap beserta anak borunya menghibahkan tanah sekitar 1.000 meter persegi untuk pembangunan gerai, pergudangan dan kelengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih. Namun, sebagian keturunan Sutan Nasinok Harahap menyatakan tidak pernah memberikan persetujuan atas hibah maupun pembangunan di lokasi tersebut.
Camat Batang Onang Asmar Hidayat Siregar saat dikonfirmasi, Senin (28/9), mengatakan pihaknya telah menyarankan kepala desa mencari lokasi lain untuk mencegah persoalan tersebut berkembang menjadi konflik. “Daripada menjadi konflik, lebih baik dialihkan atau cari tempat yang lain,” ujar Asmar.
Asmar mengatakan saran tersebut telah disampaikan kepada kepala desa. Ia menyebut sebelumnya memperoleh informasi bahwa persoalan lahan tersebut dalam kondisi aman. “Saya sudah sarankan kepada Pak Kades untuk mencari lahan yang lain. Saya sudah sampaikan itu,” katanya.
Sumber: Antara Sumut
