MAJALENGKA – Prinsip ketelitian dan tanggung jawab ditegaskan kembali! Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka turun langsung melakukan Inspeksi Mendadak pada ruas strategis Sukaraja–Gunungsari, guna menguji realisasi proyek yang dibiayai anggaran daerah tahun 2026.
Hasil peninjauan menyeluruh dari pangkal hingga ujung jalan menamparkan fakta yang memicu keprihatinan serius: pelaksanaan kualitas belum memenuhi kriteria ketat yang seharusnya menjadi standar mutlak karya negara.
Dipimpin tegas oleh Ketua Komisi III, H. Iing Misbahuddin, S.M., tim meneliti setiap unsur konstruksi secara teliti:
Perkerasan Aspal: Material dan ketebalan belum maksimal; kepadatan serta kerataan belum sepenuhnya selaras dengan spesifikasi teknis resmi.
Konstruksi Rigid/Beton: Pengerjaan terlihat kurang rapi dan kokoh, jauh dari standar kualitas yang layak bagi fasilitas publik.
Struktur TPT: Tampilan rapuh dan kurang teratur—menimbulkan kekhawatiran mendalam mengenai ketahanan jangka panjang terhadap beban lalu lintas.
“Kami menelusuri jalan ini sepenuhnya. Hasilnya sungguh tidak memuaskan. Jalan yang dibangun dengan uang rakyat wajib kokoh, rapi, dan awet. Namun fakta di lapangan membuktikan adanya kelemahan yang nyata,” tegas H. Iing dengan sikap kritis namun konstruktif.
Langkah lanjutan ditetapkan dengan tegas:
Telusuri Akar Masalah: Dua isu krusial menjadi fokus utama—apakah pengawasan dinas terkait berjalan lemah, ataukah pelaksanaan kontraktor menyimpang dari kontrak dan rencana teknis yang disepakati.
Panggilan Resmi: Instansi teknis terkait akan dipanggil ke DPRD untuk menjelaskan posisi lengkap, serta menyajikan rencana perbaikan yang terukur guna mengembalikan mutu ke jalur yang benar.
Pengawasan ini bukan sekadar mencari kesalahan—melainkan wujud nyata mandat rakyat: setiap rupiah anggaran wajib melahirkan manfaat yang teruji, kuat, dan berkeadilan.
“Masyarakat berhak mendapatkan fasilitas terbaik dan tahan lama. Hal seperti ini tidak boleh terulang lagi di masa depan,” pungkasnya berwibawa, menutup temuan dengan harapan perbaikan sistem yang menyeluruh.
Reporter: Asep Iskandar
