Scroll untuk baca artikel
Nasional

Temuan Kritis Komisi III DPRD Majalengka: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Belum Layak

44
×

Temuan Kritis Komisi III DPRD Majalengka: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Belum Layak

Sebarkan artikel ini

Pencairan Anggaran Ditahan Sebelum Perbaikan Tuntas!

Temuan Kritis Komisi III DPRD Majalengka: Infrastruktur Jalan dan Jembatan Belum Layak

MAJALENGKA – Pengawasan ketat demi menjaga amanah publik! Komisi III DPRD Kabupaten Majalengka menamparkan temuan serius menyangkut mutu pelaksanaan proyek infrastruktur Tahun Anggaran 2026, hasil dari Inspeksi Mendadak yang dilakukan Rabu (2/9/2026).

Peninjauan menyasar jalur strategis Sukaraja–Gunungsari serta jembatan di lokasi Dukuh Huma, Desa Kadipaten, Kecamatan Kadipaten—menghadirkan fakta yang memicu keprihatinan mendalam.

Dipimpin Ketua Komisi III, H. Iing Misbahuddin, S.M., S.H., tim menegaskan harapan tinggi akan kesempurnaan hasil karya pembangunan tahun berjalan, namun kenyataan di lapangan belum sepenuhnya memenuhi standar mutu yang ditetapkan.

Secara rinci terungkap Jalan Sukaraja–Gunungsari dianggap kualitas aspal, perkerasan kaku, hingga Tembok Penahan Tanah dinilai kurang rapi, berpotensi rapuh, dan menyimpang dari spesifikasi ideal.

Sementara Jembatan Dukuh Huma enunjukkan kelemahan struktural—termasuk kerusakan dini akibat dilintasi kendaraan saat beton belum mencapai kekuatan penuh—serta pengerjaan akhir yang belum rapi dan teliti.

Seluruh objek ini belum memasuki tahap serah terima. Berdasarkan hal tersebut, Komisi III mengambil langkah tegas berwibawa: Melarang pencairan anggaran lebih lanjut melalui dinas terkait, sebelum kontraktor pelaksana melakukan perbaikan menyeluruh dan dinyatakan memenuhi syarat kelayakan mutu.

“Kami menuntut penerimaan hasil dalam kondisi terbaik. Uang rakyat adalah amanah mutlak—harus menghasilkan karya yang kokoh dan berkeadilan,” tegas H. Iing lugas.

Rencana tindak lanjut telah disusun: segera mendiskusikan temuan ini dengan instansi terkait guna mengevaluasi efektivitas sistem pengawasan serta akuntabilitas kinerja kontraktor.

Peringatan keras juga disampaikan kepada seluruh pelaku usaha pengadaan di wilayah ini: mutu harus menjadi harga mati demi mendukung visi pembangunan daerah yang unggul.

Reporter: Asep Iskandar