<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Betawi Arsip - Kabar Today</title>
	<atom:link href="https://kabartoday.co/tag/betawi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://kabartoday.co/tag/betawi/</link>
	<description>Tegas dan Lugas</description>
	<lastBuildDate>Sat, 29 Aug 2026 01:58:23 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1</generator>

<image>
	<url>https://kabartoday.co/go/wp-content/uploads/2026/08/cropped-logo-32x32.jpg</url>
	<title>Betawi Arsip - Kabar Today</title>
	<link>https://kabartoday.co/tag/betawi/</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Lembaga Adat Kebudayaan Betawi jadi Wadah Tunggal Kebetawian</title>
		<link>https://kabartoday.co/lembaga-adat-kebudayaan-betawi-jadi-wadah-tunggal-kebetawian/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 01:58:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[LAKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103303</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) menjadi babak baru dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/lembaga-adat-kebudayaan-betawi-jadi-wadah-tunggal-kebetawian/">Lembaga Adat Kebudayaan Betawi jadi Wadah Tunggal Kebetawian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Ketua Umum Bamus Betawi H. Riano P Ahmad mengatakan Lembaga Adat Kebudayaan Betawi (LAKB) menjadi babak baru dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan.</p>
<p>&#8220;Terbentuknya LAKB menjadi babak baru dalam upaya menyatukan berbagai unsur organisasi dan masyarakat Betawi dalam satu wadah kelembagaan adat dan kebudayaan,&#8221; kata Riano di Jakarta, Sabtu.</p>
<p>Dia pun menyambut positif pengukuhan LAKB yang diketuai oleh mantan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo atau Foke, yang sekaligus dianugerahi gelar kehormatan Dato Mualim.</p>
<p>Hal tersebut, kata Riano, sejalan dengan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta (DKJ), khususnya Pasal 31 yang menempatkan adat dan kebudayaan Betawi sebagai budaya utama di Jakarta.</p>
<p>&#8220;Kami, masyarakat Betawi, menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Gubernur Pramono Anung. LAKB ini merupakan implementasi dari amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024,&#8221; ujar Riano.</p>
<p>Dia menekankan keberadaan LAKB juga menjadi momentum penting untuk memajukan kebudayaan Jakarta sekaligus memperkuat posisi lembaga adat berbagai mitra resmi pemerintah.</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, akhirnya LAKB ini dikukuhkan. Apalagi, perjuangan LAKB ini relatif cukup lama, baru terbentuk sekarang,&#8221; ucap Riano.</p>
<p>Dia pun berharap LAKB dapat menjadi wadah tunggal sekaligus lembaga induk bagi organisasi-organisasi kebetawian di Jakarta. Dengan demikian, ke depannya, berbagai unsur masyarakat Betawi akan terhimpun dalam satu kelembagaan yang lebih solid.</p>
<p>&#8220;Jadi, ini akan menjadi satu wadah tunggal organisasi kebetawian. Lembaga induk satu-satunya,&#8221; kata Riano.</p>
<p>Pria yang juga Anggota <a href="https://kabartoday.co/temuan-kritis-komisi-iii-dprd-majalengka-infrastruktur-jalan-dan-jembatan-belum-layak/">DPRD</a> DKI Jakarta itu menambahkan setelah LAKB terbentuk dan dikukuhkan, maka seluruh keluarga besar Betawi dapat berhimpun ke dalam lembaga tersebut.</p>
<p>&#8220;Mari orang-orang Bamus Betawi berhimpun ke LAKB. Tidak boleh lagi ada sana-sini. Kita harus tertib dalam berorganisasi,&#8221; tutur Riano.</p>
<p>LAKB, sambung dia, akan menjadi lokomotif dalam melestarikan kebudayaan lokal, memperkuat nilai-nilai tradisi, serta menjadi mitra strategis Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam pembangunan yang berkarakter budaya, terutama pada masa transisi Jakarta setelah tidak lagi menjadi ibu kota negara.</p>
<p>Oleh sebab itu, Riano menginginkan agar kepengurusan LAKB semakin solid sehingga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menjaga, mengembangkan, serta melestarikan identitas dan kebudayaan Betawi di Jakarta.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/lembaga-adat-kebudayaan-betawi-jadi-wadah-tunggal-kebetawian/">Lembaga Adat Kebudayaan Betawi jadi Wadah Tunggal Kebetawian</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://kabarbetawi.id/wp-content/uploads/2026/08/IMG_20260829_061148-920x425.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Fauzi Bowo Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Betawi, Pramono Anung: Ini Salah Satu Janji Saya</title>
		<link>https://kabartoday.co/fauzi-bowo-dikukuhkan-sebagai-ketua-dewan-adat-betawi-pramono-anung-ini-salah-satu-janji-saya/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 01:48:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[LAKB]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103300</guid>

					<description><![CDATA[<p>Mantan Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/fauzi-bowo-dikukuhkan-sebagai-ketua-dewan-adat-betawi-pramono-anung-ini-salah-satu-janji-saya/">Fauzi Bowo Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Betawi, Pramono Anung: Ini Salah Satu Janji Saya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Mantan Gubernur DKI Jakarta H. Fauzi Bowo resmi dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dalam acara pengukuhan pengurus di Balai Agung, Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (28/8/2026).</p>
<p>Pengukuhan tersebut menjadi momentum penting bagi masyarakat Betawi menyusul terbentuknya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi yang diharapkan menjadi wadah bersama bagi berbagai elemen masyarakat Betawi.</p>
<p>Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung dalam sambutannya mengatakan, terbentuknya lembaga tersebut merupakan salah satu janji yang pernah disampaikannya kepada masyarakat Betawi.</p>
<p>“Saya adalah orang yang paling bahagia karena ini termasuk salah satu janji saya,” ujar Pramono.</p>
<p>Pramono menegaskan komitmennya untuk melanjutkan berbagai hal baik yang telah dirintis gubernur-gubernur sebelumnya. Dalam konteks kebudayaan Betawi, ia secara khusus menyampaikan apresiasi kepada Fauzi Bowo atau yang akrab disapa Bang Foke.</p>
<p>Menurut Pramono, Fauzi Bowo selama ini konsisten mengingatkan dirinya mengenai pentingnya kebudayaan Betawi.</p>
<p>“Beliau tidak pernah minta apa-apa. Beliau setiap ketemu saya selalu bicara tentang kebetawian,” katanya.</p>
<p>Pramono mengakui proses menyatukan berbagai elemen masyarakat Betawi bukan perkara mudah. Ia menyebut telah berkali-kali berdiskusi dengan Fauzi Bowo untuk mencari jalan terbaik dalam menyatukan masyarakat Betawi.</p>
<p>“Lebih dari 10-15 kali kita ketemu, maju mundur, maju mundur. Untung saja saya sabar banget,” ujar Pramono.</p>
<p>Menurut Pramono, karakter masyarakat Betawi yang egaliter merupakan salah satu ciri khas yang harus dipahami dalam membangun persatuan. Karena itu, ia berharap Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dapat menjadi rumah bersama bagi seluruh elemen masyarakat Betawi.</p>
<p>“Dengan lembaga adat dan kebudayaan Betawi ini terbentuk, saya betul-betul berharap bahwa lembaga adat dan kebudayaan Betawi ini bisa menaungi semuanya,” katanya.</p>
<p>Sementara itu, Fauzi Bowo menyampaikan rasa syukur atas terbentuknya Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Ia menyebut pembentukan lembaga tersebut sebagai peristiwa bersejarah bagi masyarakat Betawi.</p>
<p>Fauzi mengatakan perjalanan organisasi masyarakat Betawi telah melalui dinamika panjang sejak berdirinya Bamus Betawi pada 1982.</p>
<p>Banyaknya organisasi Betawi, kata dia, merupakan cerminan tingginya antusiasme masyarakat untuk memajukan kaum Betawi. Namun, banyaknya organisasi tidak otomatis menjamin perjuangan menjadi lebih efektif.</p>
<p>“Kuantitas yang banyak tidak otomatis menjamin cara efektif untuk memajukan suatu kaum.”</p>
<p>Fauzi berharap Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dapat menjadi wadah yang menaungi seluruh elemen masyarakat Betawi sekaligus menjadi mitra sejajar Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.</p>
<p>Ia menyebut pembentukan lembaga tersebut merupakan hasil mufakat dalam Kongres Luar Biasa Majelis Kaum Betawi dan menggunakan nomenklatur yang sesuai dengan Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.</p>
<p>Fauzi juga menyampaikan apresiasi kepada Gubernur DKI Jakarta serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses terbentuknya lembaga tersebut.</p>
<p>Di akhir sambutannya, Fauzi mengajak seluruh keluarga besar Betawi untuk mengedepankan persatuan dan bekerja bersama demi kemajuan masyarakat Betawi.</p>
<p>“Kita <a href="https://kabartoday.co/kemnaker-dan-pt-pkss-perluas-akses-kesempatan-kerja/">kerja</a> keras, kerja bareng, dan kerja ikhlas buat kemajuan kaum Betawi.”</p>
<p><strong>Siapkan 500 Ondel-ondel untuk 500 Tahun Jakarta</strong></p>
<p>Dalam kesempatan tersebut, Pramono juga mengungkapkan sejumlah rencana Pemprov DKI Jakarta dalam memperkuat identitas dan kebudayaan Betawi menjelang 500 tahun Jakarta pada 2027.</p>
<p>Pemprov DKI, kata Pramono, tengah menyiapkan buku tentang Betawi. Selain itu, Pemprov DKI berencana menghadirkan 500 ondel-ondel yang dirancang oleh 50 desainer sebagai bagian dari kado untuk Jakarta.</p>
<p>Pramono mengatakan lokasi pertunjukan 500 ondel-ondel tersebut masih dalam pembahasan, antara lain kawasan pantai, Maramis, atau Bundaran HI.</p>
<p>Ia menegaskan ondel-ondel sebagai salah satu ikon budaya Betawi harus dihormati dan tidak digunakan secara tidak semestinya.</p>
<p>“Saya keberatan kalau ondel-ondel digunakan untuk ngamen,” tegasnya.</p>
<p>Pramono juga mengatakan penguatan identitas Betawi telah dilakukan dalam berbagai kegiatan pemerintahan, antara lain melalui penggunaan pakaian adat Betawi dalam kegiatan resmi serta penyajian dan pengembangan kuliner khas Betawi.</p>
<p><strong>Susunan Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi</strong></p>
<p>Dalam acara tersebut turut dikukuhkan susunan Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.</p>
<p>Ketua Dewan Adat:<br />
Datuk Mu&#8217;alim Ahlul Adat Dr. Ing. Haji Fauzi Bowo</p>
<p>Wakil Ketua:<br />
H. Zainuddin<br />
K.H. Lutfi Hakim<br />
H. Riano P. Ahmad</p>
<p>Anggota:<br />
H. Ma&#8217;mun Amien<br />
Mayjen TNI (Purn) H. Nachrowie Ramli<br />
K.H. Mahfud Asirun An-Nadwi<br />
K.H. Muhyiddin Ishak<br />
Sylviana Murni<br />
Abdul Ghoni<br />
H. Marghani Muctar<br />
Ida Warasuprida<br />
Deddy Sukur<br />
Agus Suaradika<br />
Biem Benyamin<br />
Dailami Firdaus<br />
Marullah Matali<br />
Beky Mardani<br />
Munir Arsyad<br />
Suud Aliudin<br />
Lukman Hakim<br />
Muhammad Ihsan<br />
Ahmad Zaki Iskandar<br />
Husni Hasanuddin<br />
Rani Mauliani<br />
Kotrunada Satiri Ahmad<br />
Ima Mahdiah</p>
<p>Pengukuhan tersebut menandai dimulainya kepengurusan Dewan Adat Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Lembaga ini diharapkan menjadi ruang bersama bagi tokoh adat, budayawan, ulama, akademisi, dan tokoh masyarakat untuk menjaga, mengembangkan, serta memperkuat adat dan kebudayaan Betawi sebagai bagian penting dari identitas Jakarta. []</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/fauzi-bowo-dikukuhkan-sebagai-ketua-dewan-adat-betawi-pramono-anung-ini-salah-satu-janji-saya/">Fauzi Bowo Dikukuhkan sebagai Ketua Dewan Adat Betawi, Pramono Anung: Ini Salah Satu Janji Saya</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://asset.tribunnews.com/4vG_HX0EKGOQIzzjgVWFX8-ewN8=/1200x675/filters:upscale():quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/jakarta/foto/bank/originals/Bamus-Betawi-pramono.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Betawi: Antara Keberkahan dan Ancaman Kepunahan</title>
		<link>https://kabartoday.co/tradisi-perayaan-maulid-nabi-di-betawi-antara-keberkahan-dan-ancaman-kepunahan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Aug 2026 01:27:51 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Maulid]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103297</guid>

					<description><![CDATA[<p>Oleh: Murodi al-Batawi</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/tradisi-perayaan-maulid-nabi-di-betawi-antara-keberkahan-dan-ancaman-kepunahan/">Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Betawi: Antara Keberkahan dan Ancaman Kepunahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><em><strong>Oleh: Murodi al-Batawi</strong></em></p>
<p>Setiap bulan Rabiul Awal tiba, denyut kehidupan masyarakat Betawi di Jakarta berdetak lebih kencang. Bagi mereka, yang akrab disapa &#8220;orang Betawi&#8221; atau &#8220;orang Jakarta&#8221;, Maulid Nabi Muhammad SAW bukan sekadar peringatan tahunan. Ia adalah napas budaya yang telah mengalir selama bergenerasi—sebuah harmoni antara ritual keagamaan dan ekspresi seni yang khas. Tradisi perayaan kelahiran Nabi yang dikenal dengan istilah *Muludan* ini menjadi cermin bagaimana masyarakat Betawi memaknai Islam dengan cara yang unik dan penuh warna.</p>
<p><strong>Ruh Tradisi: Kitab Barzanji dan Samrah Betawi.</strong></p>
<p>Jika ada satu elemen yang paling identik dengan Maulid di Betawi, itu adalah pembacaan Kitab Barzanji. Karya Syaikh Ja&#8217;far al-Barzanji ini berisi syair dan prosa yang menuturkan riwayat kelahiran, kehidupan, dan kemuliaan akhlak Nabi Muhammad SAW. Masyarakat Betawi membacakannya secara bergantian bab demi bab dalam berbagai kesempatan—bukan hanya saat Maulid, tetapi juga di acara pernikahan, khitanan, majelis taklim, hingga tasyakuran.</p>
<p>Yang menarik, pembacaan Barzanji di Betawi selalu diawali dengan *tawasul*, yaitu pengiriman doa dan bacaan Al-Fatihah, Surat Yasin, Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas untuk sanak saudara yang telah meninggal dunia. Setelah itu, barulah pembacaan Maulid Nabi dilakukan. Tradisi ini menjadi pembeda yang khas dibandingkan tempat lain.</p>
<p>Keunikan lainnya adalah hadirnya Samrah Betawi, sebuah seni pertunjukan teater yang mengiringi perayaan Maulid. Awalnya, Samrah dianggap sebagai seni sakral karena selalu dimainkan setelah ritual Maulid Nabi. Dalam pertunjukannya, Samrah mengangkat kisah-kisah kehidupan masyarakat Betawi—bagaimana menyikapi berbagai permasalahan hidup dengan bimbingan seorang ulama. Unsur Islam sangat terasa, mulai dari lagu pembuka &#8220;Assalamualaikum&#8221; yang berisi doa-doa, hingga isi lagu yang sarat nasihat tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan sesama .</p>
<p><strong>Tanda Kebersamaan: Petasan dan Nasi Kebuli</strong></p>
<p>Selain Barzanji dan Samrah, ada tradisi yang tak kalah khas: penggunaan petasan dan kembang api. Bagi masyarakat Betawi, petasan bukan sekadar hiburan. Ia adalah kode undangan antar-kampung sebagai media komunikasi tradisional. Bunyi petasan yang meriah mampu menarik perhatian warga dari kampung lain untuk berbondong-bondong hadir di lokasi perayaan. Menariknya, petasan tradisional Betawi dibuat dari bambu atau bledugan yang diberi bahan tertentu, lalu diledakkan dengan air dan percikan api—jauh sebelum petasan pabrikan dikenal.</p>
<p>Tak lengkap rasanya perayaan Maulid tanpa hidangan khas. Nasi Kebuli Betawi menjadi sajian wajib yang menyertai setiap peringatan. Nasi yang kaya rempah ini disajikan bersama daging kambing atau ayam sebagai simbol kemeriahan dan kebersamaan. Dulu, masyarakat Betawi juga menyantap &#8220;menu berkah bersama&#8221;—makanan yang dibawa dari rumah masing-masing dan dinikmati secara lesehan .</p>
<p><strong>Kitab Maulid Berbahasa Betawi: Akar yang Menguat</strong></p>
<p>Salah satu bukti kuatnya akar tradisi Maulid di Betawi adalah adanya kitab <em>Az-Zahrul Basim fi Athwari Abil Qasim</em>, yang ditulis oleh Sayyid Utsman bin Yahya dalam bahasa Melayu Betawi dengan aksara Jawi . Kitab ini sengaja disiapkan untuk masyarakat Betawi yang gemar shalawat dan maulid, karena selama ini kitab maulid yang beredar umumnya berbahasa Arab yang jarang dimengerti . Kitab ini berisi riwayat kelahiran Nabi, mukjizat, irhash, hingga perangai terpuji Rasulullah—semuanya dalam bahasa yang akrab di telinga orang Betawi .</p>
<p>Ini menunjukkan bahwa tradisi Maulid di Betawi bukanlah sekadar tiruan dari budaya Arab, melainkan hasil akulturasi yang mendalam antara ajaran Islam dan kearifan lokal. Sebagaimana diungkapkan peneliti BRIN Halimatusadiyah, Maulid Nabi, tahlilan, dan Lebaran Betawi adalah &#8220;bukan hanya ibadah, tapi juga ekspresi budaya yang melekat dalam keseharian warga&#8221; .</p>
<p><strong>Ancaman di Tengah Modernisasi</strong></p>
<p>Namun, di balik kekayaan tradisi ini, ada kabar yang memprihatinkan. Halimatusadiyah mencatat bahwa banyak tradisi Maulid di Betawi kini hanya tinggal kenangan akibat penggusuran kampung dan hilangnya mushola . Lebaran Betawi yang dulu menjadi ritual warga kini diadakan di panggung besar Monas, &#8220;lebih terasa sebagai konten wisata daripada ritual budaya warga&#8221; . Samrah Betawi pun, yang dulu merupakan pertunjukan sakral, kini sering menjadi hiburan semata karena tidak lagi disandingkan dengan ritual Maulid Nabi .</p>
<p><strong>Menjaga Warisan untuk Generasi Mendatang</strong></p>
<p>Di tengah gempuran modernisasi dan arus informasi yang deras, tradisi Maulid Betawi membutuhkan perhatian serius. Bukan untuk dibiarkan menjadi museum, melainkan untuk dihidupkan kembali dengan cara yang relevan dengan zaman. Sebagaimana dicontohkan di Masjid Al-Alam Marunda pada 2010, perayaan Maulid dapat dipadukan dengan budaya Betawi seperti ondel-ondel, tari zapin, dan sajian lesehan di sepanjang jalan—sebuah upaya melestarikan tradisi sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda .</p>
<p>Masyarakat Betawi pada umumnya adalah penganut Islam Ahlussunnah wal Jamaah yang menjunjung tinggi tradisi puji-pujian dan shalawat kepada Nabi . Perayaan Maulid bukanlah sekadar seremonial. Ia adalah momen untuk mempererat silaturahmi, menjaga keutuhan masyarakat, dan meneladani akhlak mulia Rasulullah—nilai-nilai yang tak pernah lekang oleh waktu. Sudah saatnya kita bersama menjaga warisan budaya ini agar tidak punah ditelan zaman. Demikian dan terima kasih(odie).</p>
<p>Wallahua’lambishawab.</p>
<p>Palembang, 29 Agustus 2026.<br />
Murodi al-Batawi.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/tradisi-perayaan-maulid-nabi-di-betawi-antara-keberkahan-dan-ancaman-kepunahan/">Tradisi Perayaan Maulid Nabi di Betawi: Antara Keberkahan dan Ancaman Kepunahan</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://www.senibudayabetawi.com/wp-content/uploads/2023/09/maulidd.jpg" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FMN 13 Hadirkan Tradisi Betawi hingga Ribuan Anak di Jakarta Islamic Centre</title>
		<link>https://kabartoday.co/fmn-13-hadirkan-tradisi-betawi-hingga-ribuan-anak-di-jakarta-islamic-centre/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 26 Aug 2026 04:23:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[FMN 13]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Islamic Center]]></category>
		<category><![CDATA[JIC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103217</guid>

					<description><![CDATA[<p>Festival Maulid Nusantara (FMN) 13 resmi digelar di Halaman Parkir Convention Hall Jakarta Islamic Centre (JIC), Selasa (25/8/2026)</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/fmn-13-hadirkan-tradisi-betawi-hingga-ribuan-anak-di-jakarta-islamic-centre/">FMN 13 Hadirkan Tradisi Betawi hingga Ribuan Anak di Jakarta Islamic Centre</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Festival Maulid Nusantara (FMN) 13 resmi digelar di Halaman Parkir Convention Hall Jakarta Islamic Centre (JIC), Selasa (25/8/2026). Kegiatan berlangsung meriah dengan memadukan syiar Islam, seni, budaya Betawi, serta kreativitas anak dan generasi muda.</p>
<p>Pembukaan FMN 13 diawali dengan tradisi Betawi Palang Pintu yang ditampilkan oleh Sanggar Sinar Batavia, dilanjutkan dengan pertunjukan tari Betawi. Penampilan tersebut menjadi pembuka yang menarik sekaligus menunjukkan komitmen Jakarta Islamic Centre dalam menjaga dan melestarikan kekayaan budaya lokal.</p>
<p>Kegiatan secara resmi dibuka oleh Prof. Dr. Agus Suradika, Kepala Divisi Umum PPIJ, yang hadir mewakili Kepala PPIJ KH. Muhyiddin Ishaq. Turut hadir Ir. Sukri Kardjono selaku Ketua Panitia Festival Maulid Nusantara 2026 atau FMN 13.</p>
<p>Dalam sambutannya, Prof. Dr. Agus Suradika mengaku terkesan melihat kemeriahan kegiatan dan antusiasme masyarakat yang hadir.</p>
<p>“Berkesan sekali hari ini, sangat ramai, apalagi dibuka dengan Palang Pintu sebagai tradisi Betawi. Semoga hari ini seluruh rangkaian Festival Maulid Nusantara dapat berjalan dengan baik,” ujar Prof. Agus.</p>
<p>Menurutnya, pelaksanaan kegiatan yang memadukan nilai keislaman dengan seni dan budaya lokal merupakan bagian dari implementasi visi besar Jakarta Islamic Centre sebagai pusat peradaban.</p>
<p>“JIC sangat peduli dengan upaya untuk melestarikan dan mengembangkan budaya lokal, seperti budaya Betawi,” ungkapnya.</p>
<p>Ia juga menyampaikan bahwa Jakarta Islamic Centre berencana menggelar Festival Palang Pintu pada tahun depan sebagai bagian dari upaya memperkuat pelestarian budaya Betawi.</p>
<p>Usai sambutan, Prof. Agus Suradika secara resmi membuka rangkaian Lomba Hadroh se-DKI Jakarta yang diikuti oleh 20 grup. Perlombaan tersebut menjadi salah satu agenda utama FMN 13 dalam menyemarakkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW melalui seni musik Islami.</p>
<p>Pada waktu yang bersamaan, digelar pula Lomba Mewarnai yang diikuti sekitar 1.000 anak se-DKI Jakarta di Koridor Gedung Bisnis JAkarta Islamic Centre. Antusiasme terlihat dari kehadiran para guru dan wali murid yang memadati lokasi perlombaan.</p>
<p>Para peserta tampak antusias mewarnai gambar Masjid Raya Jakarta Islamic Centre. Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang mengembangkan kreativitas anak, tetapi juga menjadi sarana mengenalkan Jakarta Islamic Centre sebagai salah satu pusat kegiatan keislaman dan kebudayaan kepada generasi muda.</p>
<p>Selain perlombaan, FMN 13 menghadirkan Workshop Seni Peran serta Cipta dan Baca Puisi yang berlangsung di Lobby Convention Hall. Kegiatan tersebut mendapat antusiasme dari para guru seni dan guru Bahasa Indonesia.</p>
<p>Sebanyak 60 peserta telah terdaftar melalui Google Form dan mengikuti kegiatan yang juga mendapat dukungan serta penugasan dari Suku Dinas Pendidikan Wilayah 2 Jakarta Utara. Workshop ini menjadi ruang bagi para pendidik untuk mengembangkan kreativitas dalam seni peran, penulisan, serta pembacaan puisi.</p>
<p>Sementara itu, Ketua Panitia FMN, Ir. Sukri Kardjono, menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan.</p>
<p>“Kami sangat senang karena acara berjalan dengan lancar. Seluruh rangkaian acara berjalan dengan baik dan mendapat antusiasme yang luar biasa,” kata Sukri.</p>
<p>Ia berharap pelaksanaan Festival Maulid Nusantara pada tahun mendatang dapat dikemas lebih menarik, lebih meriah, serta menghadirkan kegiatan yang semakin memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Rangkaian FMN 13 kemudian ditutup dengan pembagian hadiah kepada para pemenang lomba dan ramah tamah. Festival ini tidak hanya menjadi momentum memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW, tetapi juga menjadi ruang untuk mempertemukan nilai-nilai keislaman dengan seni, pendidikan, kreativitas, dan pelestarian budaya lokal.</p>
<p>Melalui FMN 13, Jakarta Islamic Centre kembali menegaskan perannya sebagai ruang yang mendorong tumbuhnya kehidupan keislaman sekaligus pelestarian budaya Nusantara, khususnya budaya Betawi, sebagai bagian penting dari identitas Jakarta.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/fmn-13-hadirkan-tradisi-betawi-hingga-ribuan-anak-di-jakarta-islamic-centre/">FMN 13 Hadirkan Tradisi Betawi hingga Ribuan Anak di Jakarta Islamic Centre</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/f_webp,q_auto:low/v1787718187/IMG-20260826-WA0007/IMG-20260826-WA0007.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Majelis Kaum Betawi Berubah jadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi</title>
		<link>https://kabartoday.co/majelis-kaum-betawi-berubah-jadi-lembaga-adat-kebudayaan-betawi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 22 Aug 2026 05:08:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Majelis Kaum Betawi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103061</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kelembagaan masyarakat Betawi</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/majelis-kaum-betawi-berubah-jadi-lembaga-adat-kebudayaan-betawi/">Majelis Kaum Betawi Berubah jadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>JAKARTA</strong></a> – Setelah melalui proses panjang dan sejumlah pertemuan internal organisasi masyarakat Betawi, Majelis Kaum Betawi (MKB) akhirnya mengambil keputusan penting. Kongres Luar Biasa MKB yang digelar di Hotel Grand Alia Kwitang, Jakarta Pusat, Jumat (21/8/2026), secara bulat menyepakati perubahan nama MKB menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.</p>
<p>Keputusan tersebut menjadi salah satu titik penting dalam perjalanan kelembagaan masyarakat Betawi, sekaligus upaya menindaklanjuti amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 tentang Daerah Khusus Jakarta.</p>
<p>Tidak hanya mengubah nama, kongres juga menetapkan kaidah dasar lembaga, mempertahankan kepemimpinan adat, serta memberikan mandat untuk menyusun kepengurusan baru. Dr. Ing. H. Fauzi Bowo ditetapkan sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dan diberikan gelar adat Datuk Muallim Ahlul Adat.</p>
<p>Keputusan tersebut disampaikan Subhan Anshori selaku Sekretaris Steering Committee (SC) setelah sidang kongres.</p>
<p>Sidang SC dipimpin Anas Mahrup sebagai ketua, didampingi Azis Khafia sebagai wakil ketua, serta Firdaus Tarmuji dan Mola Manaf sebagai anggota. Adapun Muhammad Ichwan Ridwan bertindak sebagai Ketua Organizing Committee (OC) Kongres Luar Biasa MKB.</p>
<h3>Berawal dari Amanat Undang-Undang</h3>
<p>Kongres Luar Biasa tersebut tidak lahir secara tiba-tiba. Forum ini merupakan bagian dari proses panjang masyarakat Betawi dalam mencari bentuk kelembagaan yang sesuai dengan perkembangan regulasi dan amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.</p>
<p>Fauzi Bowo mengatakan, kongres digelar untuk membulatkan tekad kaum Betawi dalam menjalankan amanat undang-undang, khususnya terkait keberadaan lembaga adat dan kebudayaan Betawi.</p>
<p>Menurut dia, keputusan kongres sebelumnya menggunakan diksi yang berbeda. Karena itu, keputusan yang telah ditetapkan dalam sebuah kongres hanya dapat diubah melalui keputusan kongres berikutnya.</p>
<p>“Karena kongres sebelumnya menggunakan diksi yang berbeda, maka keputusan kongres yang satu hanya bisa diubah melalui keputusan kongres,” ujar Fauzi Bowo.</p>
<p>Ia menegaskan, proses menuju Kongres Luar Biasa juga telah melalui berbagai tahapan. Sejumlah organisasi kemasyarakatan (ormas) Betawi sebelumnya telah menggelar kongres maupun prakongres untuk membahas masa depan kelembagaan masyarakat Betawi.</p>
<p>“Ini sudah didahului oleh kongres-kongres atau prakongres sebelumnya oleh masing-masing ormas Betawi. Sehingga yang hadir pada hari ini adalah perwakilan, bukan pengerahan massa,” katanya.</p>
<p>Kongres tersebut dihadiri sejumlah tokoh Betawi, di antaranya Ketua Wali Amanah MKB Marullah Matali, Ketua Bamus Betawi 1982 H. Zainuddin, Ketua Bamus Betawi Riano P. Ahmad, H. Ma&#8217;mun Amin, M. Ikhsan, dan Abdul Ghoni.</p>
<p>Jumlah peserta mencapai 102 orang, terdiri dari 52 peserta Komisi A dan 50 peserta Komisi B.</p>
<h4>MKB Berubah Menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi</h4>
<p>Setelah melalui pembahasan dalam forum kongres, peserta akhirnya menyepakati perubahan nama MKB menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.</p>
<p>Zainuddin menyebut keputusan tersebut sebagai momentum yang telah lama dinantikan masyarakat Betawi.</p>
<p>“Luar biasa, ini pertemuan yang ditunggu-tunggu. Bukan hanya oleh kaum Betawi, tetapi juga ditunggu langsung oleh Gubernur DKI Jakarta, Mas Pramono Anung,” ujar Zainuddin saat menutup kongres.</p>
<p>Menurut dia, perubahan tersebut merupakan jawaban atas amanat Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024 yang selama bertahun-tahun menjadi pembahasan di kalangan masyarakat Betawi.</p>
<p>“Bisa enggak MKB diselesaikan sesuai dengan amanah Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024? Kita bilang, pasti bisa,” katanya.</p>
<p>Dengan suara bulat, peserta kongres akhirnya menyetujui perubahan nomenklatur tersebut.</p>
<p>“Bertahun-tahun kita membicarakannya. Hari ini akhirnya dengan suara bulat kita setuju perubahan nama menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi,” ujar Zainuddin.</p>
<h5>Fauzi Bowo Tetap Memimpin</h5>
<p>Perubahan nama lembaga tidak diikuti dengan perubahan kepemimpinan adat.</p>
<p>Kongres menetapkan Dr. Ing. H. Fauzi Bowo sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Ia sekaligus memperoleh gelar adat Datuk Muallim Ahlul Adat.</p>
<p>Pemberian gelar tersebut menjadi salah satu keputusan penting kongres.</p>
<p>Zainuddin menjelaskan, gelar Datuk memiliki kaitan erat dengan akar sejarah Melayu yang juga menjadi bagian dari perjalanan masyarakat Betawi.</p>
<p>“Ini kan ras Melayu. Kita dari Deutro dan Proto Melayu. Datuk-datuk Melayu itu harus juga ada di Jakarta,” katanya.</p>
<p>Menurut Zainuddin, gelar tersebut merupakan bentuk penghormatan terhadap Fauzi Bowo sekaligus menegaskan kedudukannya dalam lembaga adat yang baru.</p>
<p>“Telah disetujui satu gelar yang luar biasa mulianya, di mana kita harus tunduk dan taat kepada beliau, dengan gelar Datuk Muallim Ahlul Adat,” ujarnya.</p>
<p>Selain menetapkan ketua, kongres juga memberikan mandat kepada Fauzi Bowo untuk menyusun kepengurusan lengkap Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi sesuai dengan kaidah dasar yang telah ditetapkan.</p>
<h6>Enam Keputusan Penting Kongres</h6>
<p>Berdasarkan hasil sidang Steering Committee yang disampaikan Subhan Anshori, terdapat sejumlah keputusan utama yang menjadi dasar pembentukan lembaga baru tersebut.</p>
<p>Pertama, menetapkan perubahan nama Majelis Kaum Betawi menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.</p>
<p>Kedua, menetapkan kaidah dasar Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi.</p>
<p>Ketiga, menetapkan Dr. Ing. H. Fauzi Bowo sebagai Ketua Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi dengan gelar Datuk Muallim Ahlul Adat.</p>
<p>Keempat, memberikan mandat kepada Fauzi Bowo untuk menyusun kepengurusan lengkap sesuai dengan kaidah dasar lembaga.</p>
<p>Kelima, meminta Gubernur Provinsi Daerah Khusus Jakarta untuk mengukuhkan dan menetapkan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi sebagai lembaga induk kaum Betawi sekaligus mitra strategis Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Jakarta.</p>
<p>Keenam, mengusulkan perubahan Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2015 tentang Pelestarian Budaya Betawi agar disesuaikan dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2024.</p>
<p>Rangkaian keputusan tersebut menjadi fondasi baru bagi kelembagaan masyarakat Betawi, bukan sekadar perubahan nama organisasi.</p>
<p><strong>Menunggu Pengukuhan Gubernur</strong></p>
<p>Setelah keputusan kongres ditetapkan, tahapan berikutnya adalah penyelesaian administrasi dan pengukuhan lembaga.</p>
<p>Zainuddin memastikan adanya penundaan dalam proses tersebut bukan disebabkan persoalan substantif, melainkan berkaitan dengan tertib administrasi.</p>
<p>“Ada penundaan dalam konteks tertib administrasi, bukan karena hal-hal lain,” ujarnya.</p>
<p>Ia mengatakan, setelah seluruh proses administrasi diselesaikan, Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi diharapkan dapat segera dikukuhkan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung di Balai Kota.</p>
<p>“Insya Allah Jumat yang akan datang, Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi akan dikukuhkan langsung oleh gubernur di Balai Kota,” kata Zainuddin.</p>
<p>Bagi masyarakat Betawi, keputusan Kongres Luar Biasa ini menjadi babak baru setelah perjalanan panjang mencari format kelembagaan yang sesuai dengan amanat undang-undang.</p>
<p>Perubahan dari MKB menjadi Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi sekaligus membawa harapan agar seluruh unsur masyarakat Betawi dapat semakin solid dalam menjaga adat, tradisi, nilai budaya, dan identitas Betawi di tengah perubahan Jakarta.</p>
<p>Dengan keputusan tersebut, kongres tidak hanya mengakhiri perdebatan mengenai nomenklatur kelembagaan, tetapi juga membuka jalan bagi terbentuknya satu lembaga adat dan kebudayaan yang diharapkan mampu menjadi rumah bersama kaum Betawi sekaligus mitra strategis pemerintah dalam pembangunan Jakarta.</p>
<p>“Dengan demikian, selesailah sudah Kongres Luar Biasa kita pada siang hari ini, di hari Jumat yang mulia,” ujar Zainuddin menutup kongres.[]</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/majelis-kaum-betawi-berubah-jadi-lembaga-adat-kebudayaan-betawi/">Majelis Kaum Betawi Berubah jadi Lembaga Adat Kebudayaan Betawi</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://img.antaranews.com/cache/1200x800/2026/08/22/1000329349.jpg.webp" medium="image"></media:content>
	</item>
		<item>
		<title>FORMASI Ingatkan Pramono Agar Tak Terjebak dalam Mengambil Sikap Terkait Lembaga Adat</title>
		<link>https://kabartoday.co/formasi-ingatkan-pramono-agar-tak-terjebak-dalam-mengambil-sikap-terkait-lembaga-adat/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Aug 2026 09:05:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Nasional]]></category>
		<category><![CDATA[Betawi]]></category>
		<category><![CDATA[Formasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://kabartoday.co/?p=103020</guid>

					<description><![CDATA[<p>"Lembaga Adat Betawi, bukan hanya milik Bamus Betawi dan beberapa organisasi yang ada didalamnya," ungkap Jalih Pitoeng</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/formasi-ingatkan-pramono-agar-tak-terjebak-dalam-mengambil-sikap-terkait-lembaga-adat/">FORMASI Ingatkan Pramono Agar Tak Terjebak dalam Mengambil Sikap Terkait Lembaga Adat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="https://kabartoday.co"><strong>JAKARTA</strong></a> &#8211; Beredar kabar tentang adanya Isyu bahwa gubernur DKI akan menghadiri Pelantikan dan atau pengukuhan lembaga adat Betawi di Balai Agung, tokoh kritis, Jalih Pitoeng, ingatkan gubernur DKI Jakarta Pramono Anung agar tidak gegabah dalam melangkah.</p>
<p>Hal tersebut disampaikan oleh ketua umum FORMASI Jalih Pitoeng disela-sela kehadirannya dalam persidangan Pra Pradilan dokter Tifa dan Roy Suryo di pengadilan negeri Jakarta Selatan.</p>
<p>Menurut Ketua umum Forum Aliansi Masyarakat Anti Korupsi sekaligus pendiri Jalih Pitoeng Centre tersebut, bahwa masalah adat adalah masalah yang sangat sakral.</p>
<p>Sehingga, menurutnya, gubernur hanyalah pejabat eksekutif ditanah Betawi dan bukan sebagai tokoh adat Betawi. Maka, menurut Jalih Pitoeng, gubernur harus berhitung secara cermat dan penuh kehati-hatian dalam mengambil langkah, sikap dan kebijakan sebelum memutuskan sesuatu terkait keadatan ditanah Betawi.</p>
<p>&#8220;Lembaga Adat Betawi, bukan hanya milik Bamus Betawi dan beberapa organisasi yang ada didalamnya,&#8221; ungkap Jalih Pitoeng, Jum&#8217;at (21/08/2026).</p>
<p>&#8220;Apalagi saat ini Bamus Betawi sedang dirundung isyu dugaan manipulasi dan korupsi pada acara Lebaran Betawi,&#8221; kata Jalih Pitoeng.</p>
<p>&#8220;Jika sandarannya hanya tertuju pada organisasi semata, lalu bagaimana jika saya membentuk ratusan organisasi dalam sehari?,&#8221; Jalih Pitoeng melempar tanya.</p>
<p>&#8220;Bukan begitu boss,&#8221; sindir Jalih Pitoeng pada wartawan.</p>
<p>&#8220;Sehingga gubernur DKI Jakarta Pramono Anung jangan gegabah dalam mengambil langkah, sikap dan kebijakannya terkait lembaga adat,&#8221; pinta Jalih Pitoeng mengingatkan.</p>
<p>&#8220;Karena lembaga adat bukan lembaga politik,&#8221; imbuh ya menegaskan.</p>
<p>Jalih Pitoeng juga menyampaikan tentang dukungannya terhadap berbagai keputusan gubernur terkait kewenangannya sebagai kepala daerah yang telah disetujui oleh <a href="https://kabartoday.co/temuan-kritis-komisi-iii-dprd-majalengka-infrastruktur-jalan-dan-jembatan-belum-layak/">DPRD</a> sebagai mitra kerjanya yang mewakili rakyat Jakarta.</p>
<p>&#8220;Hal-hal yang terkait kebijakan gubernur, saya sangat mendukung tentunya melalui persetujuan DPRD DKI Jakarta sebagai mitra <a href="https://kabartoday.co/kemnaker-dan-pt-pkss-perluas-akses-kesempatan-kerja/">kerja</a> gubernur sesuai dengan mekanisme yang ada,&#8221; kata Jalih Pitoeng.</p>
<p>&#8220;Namun terkait peresmian, pembentukan dan pelantikan serta pengukuhan terhadap lembaga adat Betawi, mas Pram butuh pertimbangan yang komprehensif agar tidak terjebak dalam Kepentingan politik praktis di tanah Betawi,&#8221; Jalih Pitoeng mengingatkan.</p>
<p>&#8220;Secara politik, gubernur adalah kepala daerah sesuai dengan konstitusi, namun Betawi ini adalah tanah leluhur yang telah ada sebelum Indonesia ada,&#8221; Jalih Pitoeng menegaskan.</p>
<p>&#8220;Artinya, agar gubernur tidak sembarangan apalagi serampangan dalam mengambil sikap dan keputusan,&#8221; pungkas Jalih Pitoeng menandaskan.</p>
<p>Saat dihubungi secara terpisah, Sekjen Bamus Betawi Tahyudin Aditya mengatakan bahwa dirinya tidak mendapatkan undangan dalam KLB tersebut. Kondisi itu, menurut dia, menimbulkan pertanyaan mengenai legitimasi kongres yang disebut akan melahirkan Lembaga Adat Budaya Betawi.<br />
‎<br />
‎“Saya mendukung penuh pembentukan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi. Tetapi jangan sampai lembaga yang mengatasnamakan masyarakat Betawi dibentuk tanpa melibatkan masyarakat Betawi secara keseluruhan,” kata Tahyudin.<br />
‎<br />
‎Ia menilai pelaksanaan kongres dengan pola dikotomi, berdasarkan prinsip suka atau tidak suka terhadap kelompok tertentu, justru berpotensi memperlebar persoalan di antara organisasi masyarakat Betawi.<br />
‎<br />
‎Tahyudin juga mencurigai adanya pihak-pihak tertentu atau “anasir-anasir” yang memiliki kepentingan politik tertentu dan berupaya menunggangi proses pembentukan lembaga tersebut. Namun, dugaan tersebut menurutnya harus dibuktikan dan tidak boleh menjadi dasar untuk menghakimi pihak tertentu.<br />
‎<br />
‎“Kita patut mencurigai kalau prosesnya tidak transparan dan tidak melibatkan unsur masyarakat secara luas. Jangan sampai ada kepentingan tertentu yang menunggangi agenda besar masyarakat Betawi,” ujarnya.<br />
‎<br />
‎Menurut Tahyudin, pembentukan lembaga adat dan budaya Betawi seharusnya menjadi momentum menyatukan seluruh kekuatan masyarakat Betawi, bukan justru menimbulkan perpecahan baru.<br />
‎<br />
‎Tahyudin juga menyoroti kondisi sejumlah organisasi Betawi yang masih menghadapi persoalan internal. Ia menyebut adanya persoalan dualisme di Forkabi serta konflik internal terkait keuangan di tubuh Bamus Betawi sebagai alasan mengapa proses pembentukan lembaga induk baru harus dilakukan secara hati-hati dan inklusif.<br />
‎<br />
‎“Kalau organisasi-organisasi Betawi sendiri masih memiliki persoalan internal, jangan kemudian membuat kongres yang hanya melibatkan segelintir pihak. Justru harus ada rekonsiliasi dan dialog bersama,” katanya.<br />
‎<br />
‎Karena itu, Tahyudin menyatakan tidak mengakui hasil kongres yang menurutnya tidak merepresentasikan seluruh unsur masyarakat Betawi. Ia mendorong digelarnya Kongres Masyarakat Betawi yang benar-benar melibatkan seluruh komponen.<br />
‎<br />
‎Bahkan, ia mengusulkan kongres tersebut tidak digelar di hotel mewah, melainkan di ruang publik yang lebih membumi dan memiliki makna kebangsaan, seperti kawasan Gelora Bung Karno (GBK).<br />
‎<br />
‎“Kita ingin kongres masyarakat Betawi yang benar-benar melibatkan seluruh unsur. Kalau perlu dilaksanakan di Gelora Bung Karno, bukan di hotel mewah. Biar lebih membumi dan menunjukkan bahwa ini kongres seluruh masyarakat Betawi,” ujarnya.<br />
‎<br />
‎Tahyudin juga meminta Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengambil sikap tegas agar proses pembentukan lembaga adat dan budaya Betawi tidak menjadi sumber konflik baru.</p>
<p>‎Sementara itu, berdasarkan surat undangan resmi KLB MKB Nomor 013/U-KLB/MKB/VII/2026 tertanggal 16 Agustus 2026, kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung pada Jum&#8217;at, 21 Agustus 2026. Pembukaan dan pelaksanaan kongres dijadwalkan dimulai pukul 07.30 WIB di Ballroom Hotel Gren Alia, Kwitang/Tugu Tani, Jakarta Pusat.<br />
‎<br />
‎Namun, bagi Tahyudin, persoalan utama kongres adalah soal keterwakilan dan legitimasi. Ia berharap pembentukan Lembaga Adat dan Kebudayaan Betawi tidak dilakukan dengan cara yang justru menimbulkan polemik dan memperuncing perbedaan antarelemen masyarakat Betawi.<br />
‎<br />
‎“Jangan sampai lembaga yang seharusnya menyatukan masyarakat Betawi justru lahir dari proses yang membuat masyarakat Betawi terpecah,” pungkasnya.</p>
<p>Artikel <a href="https://kabartoday.co/formasi-ingatkan-pramono-agar-tak-terjebak-dalam-mengambil-sikap-terkait-lembaga-adat/">FORMASI Ingatkan Pramono Agar Tak Terjebak dalam Mengambil Sikap Terkait Lembaga Adat</a> pertama kali tampil pada <a href="https://kabartoday.co">Kabar Today</a>.</p>
]]></content:encoded>
					
		
		
		<media:content url="https://res.cloudinary.com/uttpsgry/images/f_webp,q_auto:low/v1787303033/IMG-20260821-WA0013/IMG-20260821-WA0013.jpg?_i=AA" medium="image"></media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
